SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Pemkot Surabaya terus berupaya untuk meminimalisir terjadinya banjir di sejumlah kawasan pada 2018. Karena itu pada anggaran tahun depan Pemkot Surabaya menggelontor anggaran senilai sekitar Rp 600 miliar khusus untuk bidang pematusan yang fungsinya menekan genangan air di beberapa kawasan.
Kepala Badan Perencanaan pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Agus Imam Sonhaji mengatakan, dari total kekuatan APBD 2018 senilai Rp 9,11 triliun, sebanyak 22,86 persen atau senilai 2,083 triliun diperuntukkan bagi infrastruktur. Nah, dari berbagai infrastruktur itu anggaran Rp 600 miliar diperuntukkan untuk pembangunan box culvert dan penyediaan pompa air. “Kita memang fokus pada banjir yang setiap tahunnya harus bisa dimimalisir,” katanya.
Agus menambahkan, ada 56 lokasi untuk pembuatan box culvert termasuk penyediaan pompa air. Pembangunan box culvert tersebut juag menyebar di beberapa titik yang fungsinya sebagai saluran air penadah air hujan. “Saat ini juga masih ada pengerjaan dan disambung pada 2018 nanti,” terangnya.
Dia mengakui, dengan intensitas hujan yang tinggi beberapa waktu lalu Surabaya memang banyak terjadi genangan air. Hal itu tidak dapat dipungkiri karena debet saluarn air termasuk box culvert juga penuh dan masih membutuhkan tambahan. “Tentu harus bertahap dan targetnya genangan air terus menipis,” ujarnya.
Agus mengungkapkan, dengan anggaran ratusan miliar tersebut, Pemkot memiliki target terhadap genangan air yang berpotensi menimbulakn banjir. Yakni, lamanya genangan air yang saat ini sekitar 51 menit baru surut ditargetkan bisa semakin cepat hingga 42 menit.
Selain itu, tinggi genangan air yang rata-rata 16 centimeter bisa menurun hingga 14 centimeter. Sedangkan luasan genangan air yang saat ini mencapai 1200 hektar bisa menurun sampai 1044 hektar. “Target itu semua sudah kami koordinasikan dengan DPRD Surabaya,” tegasnya.
Dia mencontohkan, box culvert Banyu Urip dan Wiyung yang menjadi salah satu kawasan genangan air juga dioptimalkan untuk pembangunan box culvert. Nilai pengerjaan fisik box culvert di Banyu Urip yang ditaksir menelan anggaran Rp 122 miliar diharapkan mampu menampung volume air. “Kita ingin fungsi dari box culvert bisa dioptimalkan,” ucapnya.
Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati mengatakan, pemasangan box culvert memang menjadi salah satu langkah untuk mencegah banjir. Menyusutnya genangan air menjadi upaya yang dilakukan saat ini. “Kita terus kerjakan fisik yang targetnya Surabaya bebas banjir,” ujarnya.
Tidak hanya itu saja, normalisasi sungai juga dilakukan karena Surabaya merupakan kawasan hilir sungai. Air yang datang dari beberapa kawasan harus diminimalisir dengan adanya pengerukan sungai. alq
Editor : Redaksi