Curi Motor 10 Kali, DPO Pelaku Curanmor Diringkus

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Setelah dua rekan beraksinya tertangkap, Ali Wafa (21) akhirnya menyusul ditangkap. Pemuda asal Jalan Plampitan Genteng Surabaya itu diburu pasca masuk dalam DPO (daftar pencarian orang) Satreskrim Polrestabes Surabaya atas perkara pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Tak tanggung-tangung, Ali merupakan komplotan pelaku curanmor dengan 10 TKP. Ali diringkus Tim Anti Bandit Unit Tipter Satreskrim Polrestabes Surabaya pada Senin (11/12/2017). Dia disergap di Jalan Kalianyar, Surabaya pada saat berangkat kerja. Ali dibekuk tanpa perlawanan oleh Ipda Agus Suprayogi dan timnya. Identitas Ali terkuak setelah dua rekannya tertangkap lebih dahulu. Yaitu Sali dan Sulton. Sedangkan SH satu rekannya lagi hingga kini masih diburu. "Jadi kelompok ini berjumlah 4 orang. Tiga sudah kami tangkap. Tinggal satu pelaku lagi sedang kami buru," ungkap Kanit Tipiter (tindak pidana tertentu) Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Sukris Trihartono, Rabu (13/12/2017). Dari catatan penyidik, kelompok ini sudah beraksi di 10 TKP. Antara lain di wilayah Bubutan, Simokerto, Sawahan dan Genteng Surabaya. Dalam aksinya, anggota kelompok ini berbagi tugas. Ali bertugas sebagai pengawas situasi TKP, Sali sebagai pengantar motor ke penadah. Sedangkan Sulton dan RH berperan sebagai eksekutor. Dari 10 TKP tersebut, salah satunya di Jalan Ngagel Jaya Utara Surabaya. Saat itu Ali dan komplotannya hunting dan melihat sebuah motor Honda Beat yang terparkir di garasi. Tak butuh waktu lama, komplotan itu pun langsung beraksi dan berhasil motor tersebut. Setelah itu, Sali langsung membawa motor curiannya ke Madura untuk dijual ke penadah seharga 2 juta. Namun beberapa motor sebelumnya bisa laku 2.5 juta hingga 3 juta. Sementara itu dihadapan polisi, Ali mengaku uang hasil penjualan motor curiannya itu selalu dibagi langsung. Biasanya, pemuda asli Madura itu mendapat bagian 300 hingga 500 ribu. "Jika ada sisa, kami juga kadang menggelar pesta minuman keras (miras) di cafe," aku pemuda yang bekerja sebagai kernet angkutan ekspedisi ini. bkr

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru