SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Tingginya jumlah swing voters, saat ini sangat mengkhawatirkan. Potensi suara yang bakal berubah arah, memang layak untuk menjadi sumber ketakutan bagi siapa saja yang hendak maju pada kontestasi Pilkada.
Meskipun demikian, pasangan Khofifah-Emil saat ini bisa sedikit tersenyum lega. Menurut hasil survey yang dirilis oleh Surabaya Survey Centre(SSC), potensi swing voters pada pemilih mereka jauh lebih rendah daripada para pemilih di kubu Gus Ipul-Anas.
Survey tersebut menunjukkan bahwa hanya 34.4 persen dari para pemilih Khofifah-Emil yang mengaku memiliki bahwa mereka masih mungkin merubah pilihannya kelak. Pada pemilih dari kubu Gus Ipul-Anas, potensi para swing voters ini menyentuh angka 36.7 persen. Sementara, 28.9 persen sisanya menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.
Survey tersebut dilakukan oleh Surabaya Survey Centre di 38 Kab/Kota di Jawa Timur pada kurun waktu 25 November-8 Desember 2017. Survei itu dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan 940 responden. Tingkat kepercayaan dari hasil yang didapat sebesar 95 persen dengan margin of error 3.2 persen.
Tingginya potensi swing voters tersebut, dipandang oleh Dekan Fisib Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdussalam sebagai bagian dari dinamika demokrasi modern. “Fenomena demokrasi mutakhir saat ini menjadikan angka swing voters dan angka undecided voters akan terus meningkat. Ini karena masyarakat sudah menjadi sangat apatis kepada parpol maupun peserta Pilkada,” kata Rokim ketika ditemui, Kamis (14/12).
Agar masyarakat tidak semakin menjadi apatis, Rokim menghimbau agar para peserta Pemilu mampu membawa angin segar bagi proses demokrasi. “Mereka harus kreatif dalam adu program. Tidak boleh justru saling olok mengolok, itu justru menjadikan Pemilu nampak berselera rendah," jelasnya.
"Pesta demokrasi itu pada faedahnya adalah adu gagasan. Gagasan untuk kesejahteraan masyarakat ini jauh lebih dibutuhkan secara kongkret ketimbang saling olok mengolok” pungkas pria yang juga Peneliti Senior SSC tersebut. ifw
Editor : Redaksi