SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Satuan Reskrim Polres Gresik, menggelar operasi preman, Selasa (19/12/2017). Dalam operasi itu, petugas telah berhasil menjaring preman yang diduga meresahkan masyarakat dan semuanya digiring ke halaman Mapolres Gresik.
Para preman tersebut diamankan dari berbagai lokasi. Mulai dari lampu merah, jalanan dan terminal. Selanjutnya menjalani pembinaan supaya menjadi orang baik di tengah masyarakat.
Operasi preman ini bertujuan untuk menciptakan kondisi aman dan mengantisipasi tindakan kriminalitas. Sebab, 57 preman yang mayoritas pengamen tersebut diduga telah melakukan intimidasi kepada masyarakat. Misalnya, memalak orang dengan modus sebagai pengamen.
Wakapolres Gresik Kompol Wahyu Pristha Utama menyampaikan, para preman yang diamankan ini tidak beridentitas. Ada yang dari pengamen, juru parkir (jukir) dan anak jalanan. “Ini kerja seluruh Polsek jajaran,” ujarnya di Mapolres Gresik.
Disampaikan, upaya ini untuk menekan angka kriminalitas yang terjadi di Kota Pudak. Apalagi menjelang tahun baru. Banyak pelaku kriminalitas menggunakan berbagai modus untuk melancarkan aksinya.
Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Adam Purbantoro menambahkan, operasi ini akan terus digelar. Masyarakat diminta untuk berani melapor ke polisi menjadi korban tindak pidana premanisme. Namun, dari hasil pemeriksaan sementara mereka tidak terlibat kriminalitas.
“Sudah kami foto dan identifikasi satu persatu. Kalau nanti dari mereka ada yang terbukti melakukan tindak pidana, kami tidak segan-segan menindak tegas,” tandas Adam.
Sementara ini sanksi yang diberikan hanya berupa pembinaan. Keberadaan mereka juga dalam pengawasan anggota. Mereka juga diminta untuk kembali ke rumahnya masing-masing. “Kami berikan pembinaan supaya menjadi lebih baik," sambung dia.
Diketahui, di halaman Mapolres Gresik, secara serentak mereka diminta untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan menghafal pancasila. Mis
Editor : Redaksi