SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengeluh lantaran dana operasional dan gaji mereka tak kunjung cair.
Untuk menjalankan kegiatan, mereka terpaksa menguras dana dari koceknya sendiri untuk operasional.
Ketua Panwascam Kebomas Ali Sugiarto, membenarkan jika gaji mereka belum dibayar sejak dilantik hingga kini. Keterlambatan pembayaran gaji dan uang operasional menurut Ali, akibat dana dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, belum turun.
"Betul, gaji Panwascam belum dibayar selama dua bulan yakni November dan Desember ini," ujar Ali di Gresik.
Ia berharap, keterlambatan gaji dan pencairan dana operasional ini bisa secepatnya cair. Pasalnya, dari hasil rapat di Panwaskab Gresik, dipastikan dana tersebut segera cair dan bisa dibayarkan.
Sementara itu, Sekretaris Panwaskab Gresik Imam Basuki menjelaskan bahwa keterlambatan pembayaran gaji di lingkup Panwas Pilkada ini bukan hanya di Panwascam. Panwaskab juga ada keterlambatan selama tiga bulan yakni Oktober, November dan Desember 2017.
"Semua belum dibayar gajinya. Panwaskab juga belum, tiga bulan lagi sedangkan Panwascam hanya bulan ini karena mereka baru dilantik," jelasnya.
Meski demikian, lanjut Imam Basuki gaji mereka akan segera dibayar setelah dana dari Pemprov Jawa Timur cair. Adanya keterlambatan pencairan ini mengingat usulan dana tersebut baru diajukan bulan lalu setelah pelantikan Panwascam.
"Sebenarnya yang belum cair tinggal pembayaran gaji kok. Dana operasional sudah cair. Kita baru dapat kok suntikan dana dari Pemprov Jatim Rp 25 juta, tapi itu di luar honor," tambah Imam. Mis
Editor : Redaksi