SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Selasa (19/12/2017), sejumlah anggota Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak menyebar. Mereka memeriksa satu demi satu orang yang dicurigai. Sebab, mereka disebar untuk menjaring orang-orang yang diduga preman. Dari pagi hingga siang, setidaknya mereka berhasil menjaring 126 orang diduga preman.
Operasi preman kali ini dipimpin langsung oleh Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Ardian Satrio Utomo. AKP Ardian menyebar anggotanya ke beberapa titik yang disinyalir rawan terjadi praktik premanisme. Diantara Pelabuhan Jamrud, Kalimas dan sejumlah titik di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
"Razia (preman) ini kami gelar dalam rangka Operasi Sikat Semeru II Tahun 2017. Karena salah satu fokus pemberantasan dari operasi ini adalah premanisme," sebut AKP Ardian usai memimpin operasi.
Sebanyak 126 orang diduga preman sekitar pukul 12.30 Wib, langsung dibawa ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. "Mereka kami data, kami identifikasi. Kemudian akan diberi pembinaan dan pengarahan oleh rekan-rekan Satbinmas," imbuh Mantan Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya ini.
Dari 126 orang yang diduga preman itu. Diketahui memiliki beberapa background. Antara lain, juru parkir liar, pengamen jalanan, hingga orang-orang yang didapati tidak membawa identitas sama sekali. Sejumlah orang juga didapati dengan barang bukti uang hasil premanisme yang mereka lakukan.
Operasi Sikat Semeru II tahun 2017 ini sendiri dilakukan di seluruh Polda Jatim. Baik Polda Jatim sendiri maupun Polres Jajaran. Operasi ini berlangsung mulai tanggal 11 Desember 2017 lalu hingga 20 Desember 2017 mendatang. bkr
Editor : Redaksi