Polisi Tahan Aksi Premanisme 4 Pengurus LSM

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo- Aksi preman dengan baju LSM dibongkar Jajaran Satreskrim Polresta Sidoarjo. Aparat kepolisian itu menahan empat pengurus dan anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) Ganass (Gerakan Anak Sidoarjo Setia), yang mendemo limbah PT Sekar Laut Group dan melakukan pengecoran pada tujuh saluran pabrik yang menghubungkan ke Sungai Kemambang Kemiri Sidoarjo. Mereka itu, Chamim Putra Ghafur warga hunian Kahuripan Nirwana Village (KNV) Jati Sidoarjo, H. Amak Junaidi warga Perumahan Puri Indah Suko Sidoarjo, Samian alias Gondrong warga Mojojejer Jombang dan Dwi Kurniawan alias Menyuk warga Tebel Barat Gedangan. Kapolresta Sidoarjo Kombespol Himawan Bayu Aji mengatakan, dalam melakukan aksi menyoroti soal limbah perusahaan, LSM Ganass sudah melampaui kewenangannya. "Mereka melakukan pengecoran pada saluran perusahaan yang menuju sungai. Itu sudah bukan tugas LSM sampai mengecor dan ada yang dirugikan," tegasnya saat rilis di depan Mapolresta Sidoarjo, Rabu (20/12/2017). Selain melakukan tindakan diluar batas, tambah Himawan, pihaknya juga sejumlah bukti percakapan di WhatsApp berunsur pemerasan. "Bukti WA sangat jelas sekali, dan itu melanggar UU ITE," tegasnya. Menurut Himawan, dari empat tersangka dalam soal demo dan dilanjut bertindak d luar kewenangan, ada dua anggota LSM Ganass yang juga disangkakan terlibat dalam kasus pengeroyokan 30 November 2017 di tempat hiburan yakni Menyuk dan Gondrong. Dalam rilis itu, Kapolresta juga didampingi Wabup Sidoarjo H. Nur Ahmad Saifuddin, Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Emir Firdaus, Kepala Bakesbangpol Mulyawan, Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris dan Danramil Kota Sidoarjo Kapten Fachrudin. Wabup Sidoarjo H. Nur Ahmad Saifuddin menambahkan, tugas pemerintah Sidoarjo adalah mengajak dan mendatangkan investor untuk menanamkan modalnya di Sidoarjo secara prosedural. "Semua investor selain memenuhi aturan yang ada di Sidoarjo, mereka juga butuh situasi wilayah yang kondusif dan tidak ada gangguan. Tentunya kalau ada gangguan, investor akan lari tidak mau menanamkan modalnya di Sidoarjo," terangnya. Waka Ketua DPRD Emir Firdaus meminta kepada masyarakat Sidoarjo, jika menemukan keluhan atau lainnya, dipersilahkan untuk melaporkan hal yang dimaksud ke wakil rakyat yang ada di Sidoarjo. "Kan ada DPRD Sidoarjo, silakan masyarakat untuk menyalurkan aspirasinya kesana. Pasti DPRD Sidoarjo akan menindaklanjuti laporan masyarakat yang masuk," paparnya. Sementara itu Kepala Bakesbangpol Sidoarjo menegaskan, untuk LSM Ganass, sesuai dengan laporan dokumennya sudah masuk ke instansinya. "Nanti kita akan cek ulang dan evaluasi dan kita rekom ke Kemenkumham untuk dicabut ijinnya," pungkasnya. Tersangka Amak Junaidi mengaku tidak pernah melakukan pemerasan atau meminta uang kepada perusahaan PT Sekar Laut Group. "Tidak benar itu, mengada-ada namanya," oceh Amak. Namun pengakuan Amak itu dibantah oleh Wakasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Norman Wahyu Hidayat dengan menunjukkan WA Amak kepada perwakilan perusahaan. sg

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru