SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Salah satu penyebab tindak pidana diawali dengan mengkonsumsi minuman keras. Dan Kamis (21/12), Polda Jatim musnahkan minuman keras berbagai jenis dan merk, sebanyak 6.565 botol. Barang bukti miras ini merupakan hasil dari operasi cipta kondisi jelang Natal dan Tahun Baru 2018. Pemusnahan tersebut dihadiri Pangdam V Brawijaya - Mayjen TNI Arif Rahman, Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim - Maruli Hutagalung, serta beberapa pejabar utama Polda Jatim. Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin mengakui, pihaknya terus berusaha menumpas peredaran miras yang menjadi salah satu penyebab aksi kriminalitas, bahkan kecelakaan. "Minuman keras ini bisa menjadi awal adanya suatu kejahatan, awal terjadinya kecelakaan," katanya, Kamis (21/12). Kapolda mencontohkan, terjadinya kecelakaan di wilayah Ciputra pada pukul 03.00 wib. Diduga pengendara sedang dalam pengaruh minuman keras, hingga terjadi kecelakaan dan menewaskan orang lain. Selain itu, Machfud juga mengungkapkan untuk wilayah-wilayah rawan kecelakan lalu lintas. "Untuk daerah rawan laka lantas di pantura, Tuban misalnya, tapi ada juga kemarin terjadi di Probolinggo mati sampai 10," terang Machfud. "Seperti yang saya sampaikan tadi, kalau mau mati sendiri ya ngga apa apa, jangan ngajak orang lain yang ditabrak," ungkapnya. Sementara itu bagaimana antisipasi dan tindakan preventif yang dilakukan Polda Jatim bilamana terdapat ancaman teror bom menjelang natal dan tahun baru 2018. Machfud mengungkapkan untuk antisipasi ancaman bom menjelang natal dan tahun baru, pihaknya juga bekerja sama dengan Tim Densus 88 Anti Teror. "Kami bekerja sama dengan Tim Densus 88 yang tahu dan bisa membaca pergerakan terkait hal itu," tegas. Perlu diketahui, pada beberapa waktu lalu, tepatnya pada Sabtu (9/12), tiga terduga teroris yang dimaksut Machfud yang telah tertangkap Tim Densus 88 Anti Teror yakni: 1. Muhammad Muhidin Gani alias Deni di Jalan Ampel Kembang 25, Semampir, Surabaya yang dutangkal di wilayah Kenjeran pada Sabtu pagi (9/12) sekitar pukul 07.30 WIB. 2. Lalu pria bernama Kiki Rizky juga ditangkapTim Densus 88 Anti Teror di hari yang sama yakni Sabtu (9/12). sekitar pukul 09.31 WIB pada Sabtu (9/12) dirumahnya yang beralamat di Jalan Yulius Usman Malang, Jatim. 3. Kemudian Paripung Dhani Pasandi yang ditangkap di Jalan Raya Sumorame Sidoarjo pada pukul 07.15 WIB pada Sabtu (9/12). Ketiga terduga teroris itu ditangkap di Jatim dalam hari yang sama oleh Tim Densus 88 Anti Teror. Lalu, ketiga orang yang ditangkap dibawa ke Jakarta. "Kami (Polda Jatim) bekerja sama untuk maping dan kami yang back up, untuk antisipasi tentunya," beber Machfud. Terkait pengamanan natal dan tahun baru, Machfud mengatakan personil yang dilibatkan keseluruhan bersama sejumlah stakeholder mencapai 29.000. "Untuk pelibatan personil saat ini 21.000 untuk polisi saja, ditambah lalu 29.000 kalau ditambah TNI,"imbuhnya. Namun, untuk kriminalitas, ia memprediksikan dari beberapa kejadia sebelumnya di tempat-tempat berkumpulnya banyak orang, seperti lokasi wisata dan hiburan hingga tempat ibadah. "Di titik-titik tertentu juga sudah kami tempatkan personil untuk mengamankan sudah kami floating dan kemarin sudah koordinasi, sekarang sudah mulai digelar pasukan di polres jajaran Polda Jatim," ungkapnya. Menurutnya, untuk tempat wisata pada tempatan waktu yang sama dan datang pada satu titik, misalnya di Batu yang disinyalir akan terjadi membludaknya wisatawan, pihak Polda Jatim juga akan menambahkan jumlah personil pengamanan. "Pada natal dan menjelang tahun baru, kami waspadai hal itu dengan pengamanan dari kepolisian dibantu TNI," tutupnya.nt
Editor : Redaksi