SURABAYAPAGI.com, Gresik - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, menambah sekolah perempuan, atau sekoper di puncak peringatan Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember 2017.
Saat ini, sekoper yang telah direplikasikan ada di 10 desa di 6 Kecamatan. Masing-masing sekoper itu, diantaranya ada di Kelurahan Pulopancikan, Kramat Inggil di Kecamatan Gresik. Selanjutnya, Desa Dooro, dan Dungus di Kecamatan Cerme. Desa Wonorejo, dan Kedungsumber di Balongpanggang. Selanjutnya, Desa Sidomukti, dan Kramat di Kecamatan Bungah. Serta Desa Gunungteguh, dan Desa Kepuhlegundi di Kecamatan Tambak.
"Program sekoper awalnya di Kecamatan Wringinanom yang dirintis 2013. Sampai saat ini, ada 955 perempuan berhasil diikutkan. Sedangkan sekoper tahun ini ada di 10 desa di 6 Kecamatan dengan melibatkan 300 perempuan. Total ada 1.255 perempuan yang dilibatkan di sekoper," ujar Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKB-P2A) Gresik, dr Adi Yumanto, Jumat (22/12/2017).
Keberadaan sekoper, sangat dirasakan manfaatnya oleh Fitri (41) warga asal Desa Sooko, Kecamatan Wringinanom, Gresik. Menurutnya, sejak ikut sekoper dirinya percaya diri serta berani mengurus surat-surat tanpa didampingi suaminya.
"Manfaatnya banyak bahkan saya sempat diminta memimpin rapat di desa yang belum pernah dilakukan," tuturnya.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Gender, Soerati Mardiyaningsih menyatakan meski sekoper hanya belajar di balai desa. Namun, saat ini mereka banyak kemajuan.
"Rasa percaya diri timbul karena mereka banyak memahami tentang materi, dan kurikulum yang telah diajarkan," tandasnya. Gr-01
Editor : Redaksi