SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Mantan napi teroris Toni Saronggolo, resmi keluar dari Lapas kelas IIB Lamongan Rabu (27/12/2017). Pria yang 3 tahun lalu ditangkap densus 88 ini, mengaku akan kembali menggeluti usahanya sebagai penjual ayam keliling, sebagai upaya ikhtiar menyambung hidup bersama keluarganya. Pria asal Dusun Kalimalang, Desa Kentong, Kecamatan Glagah Lamongan ini, keluar lebih cepat setahun dari putusan menjalankan hukuman 4 tahun, karena pembebasan bersyarat (PB) yang ia ajukan dikabulkan, sehingga hanya menjalani hukuman 3 tahun. Bapak dari 6 anaknya ini keluar dari Lapas IIB, selain dijemput anak dan istrinya, juga dijemput oleh koleganya Ali Fauzi bersama keluarga besar Yayasan Lingkar Perdamaian. Sebelum ke Lapas Lamongan, Toni menjalani hukuman di Jakarta. Pemindahan tahanan napi atas nama Toni Sarunggolo alias Toni alias Fadil. Toni usai menghirup udara bebas kepada wartawan menyebutkan, kalau dirinya sangat ingin kembali berjualan ayam keliling di sekitar tempat tinggalnya.Ia ingin membina keluarga, istri dan keenam anaknya. Termasuk pendidikan dan mengajinya."Saya akan bekerja kembali membangun ekonomi untuk keluarga, dengan berjualan ayam keliling," ungkap Toni. Dari berjualan daging ayam keliling itu, ia mampu menghidupi keluarga, istri dan anak-anaknya.Toni optimis dengan kembali berjualan ayam keliling akan mampu memenuhi kebutuhan keluarga."Dulu sehari rata-rata habis 30 ekor potong ayam," ungkapnya seraya menambahkan bahwa minimal dalam sehari habis 20 ekor. Namun untuk kembali menekuni usaha jual ayam, Toni jujur mengakui ada kendala tidak lagi memiliki sepeda motor untuk sarana keliling.Satu-satunya sepeda motor yang dulu dipakai keliling sudah dijual oleh keluarga untuk kebutuhan anak istrinya."Sudah dijual murah, karena sepedanya juga jelek. Ya untuk nambah kebutuhan waktu ditinggal abi," ungkap Musnaini, istri Toni. Namun Toni masih banyak sahabat yang setia mengawal dan membantunya, yakni Yayasan Lingkar Perdamaian yang didirikan Ali Fauzi adik trio Bomber Bali. Yayasan inilah yang sementara akan meminjami sepeda motor untuk sarana usaha Toni jualan ayam keliling. "Sudah, sudah saya siapkan sepeda motornya, Yamaha Jupiter MX, dan kami di Lingkar Perdamaian juga membantu sejumlah uang, dan kebutuhan perlengkapan sekolah untuk anak-anaknya ," ungkap Ali Fauzi. Usaha jual ayam ini terpaksa akan dirintis kembali dari nol. Selama dipenjara (3 tahun, red) para pelanggannya ditinggalkan begitu saja.Meski sudah ditinggalkan selama tiga tahun, Toni optimis para pelanggannya yang rata-rata ibu rumah tangga itu masih akan kembali. Apalagi pelanggannya juga warga di wilayah Glagah, kecamatan tempat tingga Toni."Insya Allah," kata Toni.Toni memastikan akan menekuni kerja dagang ayam di kampungnya dan mengubur dalam-dalam masa lalu yang telah dilaluinya sebagai sebuah catatan sejarah."Ingat tidak semua teroris itu keras," tandasnya. Sekedar diketahui, Toni terduga teroris yang kesehariannya sebagai pedagang ayam disergap Densus 88 Anti Teror Mabes Polri di Jalan Pertigaan Tugu Desa Margo Anyar, Kecamatan Glagah pada (21/12/2014). Toni Saronggalo (36) Ditangkap karena masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atas keterkaitannya dengan latihan perang di Aceh. Dan selama di Lamongan hanya sebagai pedagang daging ayam keliling.jir
Editor : Redaksi