Wall Street Terjun Bebas Imbas Pernyataan Trump

surabayapagi.com
SURABAYA PAGI, New York - Penurunan menempatkan Dow ke teritori negatif di awal tahun ini ketika indeks Cboe volatilitasi melaju. VIX berakhir tertinggi sejak 13 Februari, yang menjadi sinyal pemulihan pasar dari kerugian yang mendalam pada awal bulan Februari. Saham industri automotif dan sektor konsumer serta yang terkait baja serta alumunium melanjutkan penyusutan ketika Trump menerangkan bakal memberlakukan tarif 25% pada baja impor dan 10% untuk impor aluminium pekan depan. Wall Street pada perdagangan Kamis waktu setempat berakhir terjun bebas, saat Dow Jones dan indeks S&P 500 turun lebih dari 1% untuk memperpanjang tren negatif. Pelemahan bursa saham AS terjadi setelah Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat akan memberlakukan tarif tinggi impor baja dan aluminium untuk meningkatkan kekhawatiran tentang harga yang lebih tinggi dan perang Dagang. Tercatat Dow Jones Industrial Average. DJI jatuh 420,22 poin atau 1,68% ke level 24.608,98 sedangkan indeks S & P 500 kehilangan 36,16 poin yang setara dengan 1,33% menjadi 2.677,67. Penurunan juga terjadi pada komposit Nasdaq dengan penurunan mencapai 92,45 poin atau 1,27% ke posisi 7.180,56. Sekitar 9,0 miliar saham diperdagangkan sepanjang pergerakan bursa saham AS kemarin waktu setempat. Angka ini lebih rendah dibandingkan 8,4 triliun secara rata-rata harian selama 20 sesi, menurut data perdagangan Thomson Reuters.ny

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru