NTB Bandingkan APBD dengan Kota Surabya

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.COM, Mataram - Di tengah kesibukan rehabilitasi pascagempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu, Pemprov NTB melalui Biro Humas dan Protokol menyempatkan diri untuk menerima rombongan Pers Tour Pemprov Jatim. Kabiro Humas dan Protokol Pemprov NTB Najamudin Amy mengapresiasi kunjungan rombongan Pemprov Jatim. Menurutnya, kunjungan dari provinsi terbesar kedua se-Indonesia pascabencana gempa tersebut merupakan sebuah kehormatan. Najamudin lantas membandingkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) NTB dengan Jatim. Menurutnya, APBD NTB jumlahnya kurang lebih setara dengan APBD Kota Surabaya dalam satu tahun. "Ini kehormatan yang istimewa dari provinsi terbesar ke-2 bersedia berkunjung ke provinsi kecil seperti NTB," cetus Najamudin ketika menyambut rombongan Pers Tour Pemprov Jatim di Kantor Gubernur NTB, Mataram, Rabu (16/10). "APBD NTB ini kurang lebih sama dengan APBD Kota Surabaya yang sekitar Rp5 triliunan (APBD Surabaya 2019 sebetulnya Rp9 triliunan). Kunjungan ini bukan apple to apple tapi apple to orange," tambah Najamudin. Selain itu, Najamudin juga menyebut kalau Provinsi NTB menganggap Provinsi Jatim sebagai kiblat pembangunan mereka. Pembangunan Jatim yang pesat, menjadi contoh maupun dasar bagi NTB untuk mempertimbangkan kebijakan-kebijakan mereka. "Jatim seperti orang besar yang mengunjungi orang kecil NTB. Ini adalah sebuah kehormatan. Jatim dengan segala potensinya merupakan salah satu kiblat pembangunan NTB," tutur Najamudin. Di tempat yang sama, Kabiro Humas dan Protokol Pemprov Jatim Aries Agung Pawei menanggapi, sejatinya ekspor Jatim ke luar negeri tengah merosot. Oleh sebab itu, diperlukan kerjasama dalam bidang perdagangan antardaerah. "Harus diakui kalau ekspor sedang menurun. Dengan meningkatkan kerjasama perdagangan antardaerah, upaya tersebut diharapkan dapat mendongkrak PAD masing-masing," papar Aries Agung. Menurut Aries Agung, sudah semestinya semua daerah bergerak saling membantu. Dengan begitu, maka kemajuan bisa dicapai bersama-sama.

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru