PKL Alun-alun Madiun Tolak Relokasi, Tempat Baru Dinilai Merugikan Pedagang 

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sulaiman Salah satu pedagang kaki lima (PKL) di kawasan alun-alun kota Madiun.
Sulaiman Salah satu pedagang kaki lima (PKL) di kawasan alun-alun kota Madiun.

i

SURABAYAPAGI.com, Kota Madiun - Pedagang kaki lima (PKL) di kawasan alun-alun Kota Madiun menolak relokasi yang direncanakan Pemkot Madiun. Alasannya tempat yang dijadikan relokasi  belum dilengkapi fasilitas dan berpotensi merugikan pedagang.‎

‎“Kalau bakul itu butuh tempat untuk mencuci, tapi di sana belum ada pembuangan. Tempatnya juga sempit, sementara pedagang ada sekitar 200 orang,” ujar Sulaiman usai audiensi dengan Dinas Perdagangan Kota Madiun, Kamis (2/4/2026).‎

‎Menurutnya, relokasi seharusnya dirancang dengan matang agar tidak justru memindahkan masalah baru bagi pedagang. Ia juga mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan relokasi yang direncanakan Pemkot Madiun.

‎“Alasannya saya juga kurang tahu, mungkin dianggap kumuh atau bagaimana. Tapi kalau relokasi bisa meningkatkan pendapatan pedagang, kami mendukung. Tapi kalau hanya beralasan untuk memindahkan sampah ke tempat lain, itu keliru juga,” tambahnya.

‎Hal serupa juga disampaikan pedagang lainnya, Dedi. Ia menilai lokasi relokasi di area parkir tidak representatif untuk aktivitas perdagangan. Selain sempit, sarana penunjang dinilai belum memadai.

‎“Kami menolak keras dipindahkan ke lokasi itu. Sarana prasarana di sana belum mencukupi,” tegasnya.

‎Selain soal lokasi, para pedagang juga mengeluhkan pembatasan jam operasional yang dinilai merugikan pedagang.

‎“Kalau mulai siang, kami tidak bisa maksimal jualan. Baru buka, sudah harus tutup karena berganti dengan pedagang malam,” jelasnya.

‎Namun hingga kini, belum ada keputusan final karena masih menunggu arahan pimpinan.

‎“Kami tunggu sampai hari Senin. Kalau belum ada kepastian, kami akan lanjut ke PLT Walikota,” tandas Dedi.

‎Diberitakan sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Madiun , Agus Purwo Widagdo menjelaskan bahwa penataan difokuskan pada peningkatan ketertiban dan kebersihan lingkungan. Ia menyebut, sebelumnya kondisi selokan di sekitar alun-alun sangat kotor hingga menghambat aliran air.

‎“Saluran air di sekitar alun-alun itu kotor sekali, bahkan sampai tidak mengalir. Ini yang menjadi latar belakang penataan PKL,” ujarnya, Rabu(1/4/2026).

‎Rencananya lokasi PKL akan dipindah ke area paving di sisi selatan alun-alun, tepatnya di depan Masjid Agung. Meski demikian, Agus purwo mengaku bahwa relokasi tidak dilakukan dalam waktu dekat. 

‎“Relokasi tidak serta-merta dilakukan sekarang. Kita menunggu kesiapan sarana prasarana terlebih dahulu,” jelasnya.

‎Sementara itu, aktivitas PKL di kawasan alun-alun masih berjalan seperti biasa sambil menunggu kejelasan keputusan dari Pemkot Madiun.mdn

Tag :

Berita Terbaru

Survei Prakarsa: Sebanyak 45,3 Persen Masyarakat Lamongan Belum Puas  dengan Layanan Publik

Survei Prakarsa: Sebanyak 45,3 Persen Masyarakat Lamongan Belum Puas  dengan Layanan Publik

Jumat, 24 Apr 2026 17:40 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 17:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan – Meski capaian kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan sepanjang tahun 2025 dalam LKPJ bupati cukup tinggi, namun itu tidak b…

Pemprov Jatim Tegaskan Tidak Intervensi Proses Hukum, Namun Tetap Dampingi ASN

Pemprov Jatim Tegaskan Tidak Intervensi Proses Hukum, Namun Tetap Dampingi ASN

Jumat, 24 Apr 2026 17:28 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 17:28 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan pendampingan hukum bagi aparatur sipil negara (ASN) yang tengah menghadapi persoalan hukum, t…

PLN UPT Madiun Lakukan Pemeliharaan Jaringan Tanpa Padam, Pasokan Listrik Tetap Aman

PLN UPT Madiun Lakukan Pemeliharaan Jaringan Tanpa Padam, Pasokan Listrik Tetap Aman

Jumat, 24 Apr 2026 17:20 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 17:20 WIB

SurabayaPagi, Madiun – PT PLN (Persero) terus memperkuat keandalan pasokan listrik di Jawa Timur melalui program pemeliharaan jaringan tanpa p…

Pemkot Surabaya Instruksikan Pengalihan Aliran Air Atasi Banjir Kawasan Ketintang, Ditarget Tuntas Oktober 2026

Pemkot Surabaya Instruksikan Pengalihan Aliran Air Atasi Banjir Kawasan Ketintang, Ditarget Tuntas Oktober 2026

Jumat, 24 Apr 2026 14:58 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 14:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai langkah strategi mengatasi masalah banjir berulang di kawasan Ketintang, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah…

Petani hingga Pengepul Meringis, Harga Ikan Tawar di Lamongan Anjlok Lebih dari 50 Persen

Petani hingga Pengepul Meringis, Harga Ikan Tawar di Lamongan Anjlok Lebih dari 50 Persen

Jumat, 24 Apr 2026 14:53 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 14:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Menjelang panen raya ikan air tawar yang terjadi bersamaan dengan cuaca buruk (ekstrem) memicu banyak kerugian bagi para petani…

Kurangi Risiko Banjir, Pemkot Surabaya Normalisasi Bangunan di Kalianak Secara Bertahap

Kurangi Risiko Banjir, Pemkot Surabaya Normalisasi Bangunan di Kalianak Secara Bertahap

Jumat, 24 Apr 2026 14:39 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 14:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti keluhan banjir yang kerap melanda kawasan Surabaya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Balai Besar Wilayah…