Gubernur Jatim Dorong SMA dan SMK Buat Masker dan Hand Sanitizer Guna Atasi

surabayapagi.com
Surabaya - Pemerintah Provinsi Jatim menanggapi kelangkaan dan mahalnya harga hand sanitizer dan masker dengan memberdayakan 157 SMA Double Track dan SMK guna menciptakan hand sanitizer dan masker sendiri untuk masyarakat agar terhindar dari Covid-19. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, hand sanitizer dan masker yang bisa dicuci buatan SMAN 1 Kademangan Blitar untuk didistribusikan kepada masyarakat dengan harga terjangkau mengingat kedua kebutuhan tersebut mengalami kelangkaan ditengah merebaknya covid-19 di Jawa Timur. “Anak-anak SMA dan SMK itu memiliki kemampuan untuk bisa memberikan produk-produk yang hari ini kebetulan sangat dibutuhkan,” kata Khofifah setelah menerima pemberian hand sanitizer dan masker dari SMA Double Track Kademangan Blitar di gedung Grahadi. Senin (23/03/2020). Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi turut mengapresiasi SMA Double Track dalam membuat produk yang saat ini bisa dibilang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. “Jadi ini adalah cost program, jadi program untuk menyikapi keadaan kekinian,” kata Wahid. Hand sanitizer buatan SMA Double Track tetap menggunakan bahan dasar alkohol 76 persen, yang membedakannya ialah, hand sanitizer buatan SMA Double Track memiliki 2 varian berbeda yakni asli campuran kimia dan dikombinasikan dengan aloe vera. Sedangkan untuk masker, SMA Double Track membuat masker yang dapat dicuci sehingga masker yang dibuat untuk pengguna hijab ini dapat digunakan berulang kali. “Ini sebetulnya hasil karya anak-anak kerjasama dengan bapak ibu guru biologi dan kimia di sekolah kami. Sebenarnya ini prosesnya sederhana dan ini digunakan untuk swasembada hand sanitizer, berkaitan dengan edaran kepala dinas dan ibu Kabid,” tutur Yudo Sucipto yang merupakan guru biologi pendamping siswa Double track dalam membuat masker dan hand sanitizer. Gubernur Jatim Khofifah juga menginformasikan perkembangan terkini penyebaran Covid-19 di Jawa Timur. Hingga Senin (23/03/2020) tidak ada penambahan pasien positif dan tetap di angka 41 orang, namun jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) meningkat drastis menjadi 1.405 padahal sehari sebelumnya mencatat 999 ODP. “Kemarin ODP 999 dan sampai sore ini terdapat hasil tracing 1.405 ODP. Tambahan 406 orang PDP kemarin 88 orang, dan sampai jam 16.00 WIB tercatat 125 PDP,” tutur Khofifah. Byob

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru