SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Tjahjo Kumolo, mencermati kebijakan work from home (WFH) saat pandemi corona. Menurutnya, selama WFH menunjukkan ketimpangan produktivitas aparatur sipil negara (ASN).
Menyikapi hal itu, diperlukan kebijakan untuk memangkas jumlah ASN berdasarkan tingkat produktivitasnya.
Baca juga: Jelang Mudik Lebaran 2026, Pemkot Malang Imbau ASN Tak Gunakan Mobil Dinas
“Perlu strategi untuk mengurangi yang tidak produktif ini secara bermartabat,” kata Tjahjo, Jum’at (19/6).
Ia menjelaskan, kelompok produktif selama masa WFH, kelebihan beban pekerjaan. Mereka terpaksa mengerjakan pekerjaan yang tidak bisa diselesaikan kelompok yang tidak produktif.
Meski demikian, ia enggan memerinici mana kelompok ASN yang produktif dan tidak produktif.
Baca juga: Soal Penyaluran THR ASN, Pemkot Malang Masih Tunggu Instruksi Pusat
Selain itu, Kemenpan RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) merumuskan ulang sistem manajemen ASN. Rumusan disesuaikan dengan tatanan new normal atau kenormalan baru.
Perumusan ulang salah satunya mengubah susunan formasi kebutuhan kompetensi ASN dalam rekrutmen. Sehingga, abdi negara yang direkrut sesuai kebutuhan pemerintah.
Langkah-langkah ini mendesak untuk menentukan komposisi dan kompetensi ASN.
Baca juga: Selama Bulan Ramadhan, ASN di Ponorogo Dapat Pengurangan Jam Kerja
“Jika komposisi dan kompetensi sudah akurat dan jumlah total ASN sudah tepat, maka remunerasinya juga akan bisa meningkat signifikan,” tutur Tjahjo.
Editor : Moch Ilham