SURABAYAPAGI, Surabaya - Reses masa sidang ketiga Anggota DPRD, Aning Rahmawati turun menjaring aspirasi sekaligus Sosialisasi pentingnya partisipasi masyarakat dalam memutus mata rantai penyebaran COVID -19.
Wakil ketua komisi C menuturkan, Reses dengan metode teleconverence atau daring memerlukan effort yang besar karena berbeda dengan reses sebelumnya. Banyak masyarakat yang kesulitan, baik itu biaya pulsa maupun teknis dengan zoom. Sehingga harus banyak edukasi dan memilih segmen yang tepat serta biasa dengan media sosial.
"Beberapa masalah yang paling banyak dan sering dikeluhkan adalah masalah banjir dan saluran dikawasan permukiman, baik tidak bersambung dengan baik maupun pembangunan yang belum tersentuh oleh program dari musrenbang maupun pemkot Surabaya. Banyak keluhan terkait dengan akan saya lakukan sidak langsung lokasi yang sudah memakan korban bersama dinas" terang Aning.
Aning yang getol menyuarakan roadmap penanggulangan banjir di setiap kelurahan mengusulkan pemkos harus serius mengawal banjir pemukiman atau lingkungan dan terukur tahapannya. Disamping banjir, keluhan warga yang kedua adalah support pemkos terhadap kampung wani Surabaya.
Anggota fraksi PKS ini mendorong pemkot untuk mewujudkan support anggaran 5 juta per RW sebagai bentuk dari upaya pemkos memutus mata rantai COVID 19. Bahkan dari peserta reses ada yg mengusulkan untuk kebijakan PSBB tahap 3. Mengingat grafik positif Covid semakin meningkat dari hari ke hari.
"Status fasum fasos yang belum diserahkan oleh debeloper juga menjadi bahasan yang banyak disampaikan oleh masyarakat. Hal ini berakibat pada pembangunan infrastruktur pemukiman yang terhenti. Salah satunya daerah simpang lima keputih arah dian regency. Sudah memakan korban yang terparah seorang ibu yang jatuh saat hujan, tertimpa dan terkena gas LPG diarea kemaluan" pungkas Aning.
Aning meminta banyaknya fasum fasos yang belum diserahkan untuk segera dituntaskan oleh Pemerintah Kota Surabaya.
Editor : Redaksi