Pendapatan Perajin Tahu dan Tempe Anjlok Diambang Kerugian, Imbas Harga Kedelai Tembus Rp11.200 per Kg

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Salah satu perajin tempe yang mulai mengeluhkan kenaikan harga kedelai impor. SP/ BYW
Ilustrasi. Salah satu perajin tempe yang mulai mengeluhkan kenaikan harga kedelai impor. SP/ BYW

i

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Imbas kenaikan harga kedelai impor dari yang sebelumnya sekitar Rp 8.700 per kilogram dan kini harga kedelai telah menembus Rp 11.200 per kilogram dalam dua pekan terakhir, mengakibatkan sejumlah perajin tahu dan tempe di banyuwangi mengaku pendapatannya menurun drastis akibat melonjaknya harga bahan baku.

Ageng Susmiarto, salah satu pengusaha tahu di Kecamatan Wongsorejo, yang mengaku kenaikan harga kedelai sebenarnya sudah terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Namun, lonjakan paling signifikan terjadi dalam dua pekan terakhir. Dirinya menduga jika kenaikan harga kedelai berkaitan dengan menguatnya nilai tukar dolar AS yang turut mempengaruhi harga berbagai kebutuhan pokok.

"Kenaikan sudah ada kurang lebih 3-4 bulan naik pelan, Rp 100, Rp 200, Rp 50 dan terus naik sampai sekarang masuk di harga Rp 11.000. Pasti ada dampaknya dolar karena harga berbagai kebutuhan pokok kan naik. Harga kedelai juga naik," jelasnya, Senin (15/06/2026).

Meski harga bahan baku terus merangkak naik, Ageng mengaku belum berani menaikkan harga jual tahu maupun mengurangi ukuran produknya. Persaingan usaha yang cukup ketat membuatnya khawatir kehilangan pelanggan.

"Belum punya strategi saya, karena mau mengurangi ukuran gak mungkin apalagi menaikkan harga karena banyak pesaing disini. Kalau naikkan bisa pindah langgan," kata Ageng dengan nada berat.

Saat ini, Ageng mengaku mengalami penurunan pendapatan yang cukup besar. Dengan produksi dan penjualan yang mencapai 200 timba tahu per hari, kerugian yang ditanggung mencapai jutaan rupiah setiap harinya. "Sehari saya jual 200 timba tahu siap edar, per timba itu pendapatan saya merosot Rp 10.000 kalau 200 timba sudah Rp 2 juta," jelas Ageng.

Namun, jika harga kedelai kembali naik hingga menyentuh Rp 12.000 per kilogram, ia tidak memiliki banyak pilihan selain menyesuaikan harga produknya. Sementara itu, untuk saat ini, harga rata-rata kedelai impor di Banyuwangi berada di kisaran Rp 11.000 per kilogram. Kondisi tersebut membuat para pelaku usaha tahu dan tempe berharap harga bahan baku segera stabil agar usaha mereka tetap dapat bertahan. by-01/dsy

Berita Terbaru

Demi Lindungi Lingkungan dan Kesehatan Warga, Fraksi Gerindra DPRD Surabaya Dorong Perda Air Limbah Domestik

Demi Lindungi Lingkungan dan Kesehatan Warga, Fraksi Gerindra DPRD Surabaya Dorong Perda Air Limbah Domestik

Senin, 19 Okt 2026 17:23 WIB

Senin, 19 Okt 2026 17:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya secara resmi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Sistem Pengelolaan Air L…

5 Jenderal TNI Turun ke Ponorogo, Ratusan KDKMP Diperiksa

5 Jenderal TNI Turun ke Ponorogo, Ratusan KDKMP Diperiksa

Senin, 19 Okt 2026 16:54 WIB

Senin, 19 Okt 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo-Lima jenderal TNI turun langsung mengecek kesiapan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Kabupaten…

Dukung Program Ketahanan Pangan, Polres Blitar Kota Gelar Gerakan Pasar Murah

Dukung Program Ketahanan Pangan, Polres Blitar Kota Gelar Gerakan Pasar Murah

Senin, 19 Okt 2026 16:52 WIB

Senin, 19 Okt 2026 16:52 WIB

SURABAYAPAGI com. Blitar - Program Ketahanan Pangan, Polres Blitar Kota menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bertujuan untuk menstabilkan pasokan dan…

Tunas Cup Futsal Dukung Prestasi Nonakademik, Ning Ita Tekankan Peningkatan Kualitas SDM

Tunas Cup Futsal Dukung Prestasi Nonakademik, Ning Ita Tekankan Peningkatan Kualitas SDM

Senin, 19 Okt 2026 15:57 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan, prestasi olahraga merupakan bagian penting dalam pembangunan kualitas manusia. P…

Wali Kota Mojokerto Sampaikan Nota Keuangan APBD 2027 dan Pendapat Akhir atas 13 Raperda

Wali Kota Mojokerto Sampaikan Nota Keuangan APBD 2027 dan Pendapat Akhir atas 13 Raperda

Senin, 19 Okt 2026 15:35 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Mojokerto dengan dua agenda, yakni…

Outing Class, Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Optimalkan Destinasi Lokal

Outing Class, Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Optimalkan Destinasi Lokal

Senin, 19 Okt 2026 15:30 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna memberikan pengalaman belajar di luar kelas (Outing Class) sekaligus mengenalkan potensi lokal kepada para siswa, Pemerintah…