Corona Bisa Sembuh Sendiri, Rapid Test Tidak Berpengaruh

surabayapagi.com
Corona. SP

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - WHO memberikan statement bahwa Corona bisa sembuh sendiri tergantung dengan daya tahan pada tubuh tiap orang. Dan belum tentu setiap pasien Covid-19 apabila terjadi kontak langsung akan ikut terinfeksi positif Covid-19, atau misalnya kita tak sengaja menyentuh benda milik orang terinfeksi tersebut sepert arloji, mobil-mobil belum tentu akan ikut terinfeksi.

“Perlu kita tau statement dari WHO jangan takut dengan Covid-19. Pada saat pertama kali Covid-19 datang saya santa saja karena Corona bisa sembuh sendiri. Tapi setelah masuk Indonesia begitu cetar membahana, itu semua bukan karena corona semakin ganas tapi karena pandemi jadi seolah-olah itu besar bahkan dibesar-besarkan dengan berita-berita media” ungkap Prof Dr. H Boediwarsono, dikutip pada Rabu (9/9/2020).

Baca juga: Tren Covid-19 Naik, Tapi tak Timbulkan Kematian

Begitu juga dengan keterangan yang dipaparkan oleh Prof Dr. H Boediwarsono bahwa banyak sekali cara mengatasi Virus Corona tersebut salah satunya dengan menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan, mandi setelah berpergian, pakai masker dan sosial distancing baik dirumah maupun diluar rumah.

“Cara mengatasi hal tersebut agar tidak ikut terinfeksi Covid-19 dengan stay home tapi jangan berleihan terus dirumah dan antisosial justru akan merugikan diri sendiri, jangan lupa untuk rajin cuci tangan dan mandi yang bersih setelah keluar rumah baik dekat maupun jauh, selain itu juga menerapkan sosial distancing baik dengan keluarga dirumah maupun dengan orang lain dimanapun berada untuk meminimalisir tingkat penularan Covid-19.” Ungkapnya

Untuk memastikan pasien terpapar Covid-19 atau tidak dengan cara di PCR, yaitu dengan cara swab untuk memperoleh bahan pemeriksaan ( sampel ) . Swab dilakukan pada nasofaring dan atau orofarings. Pengambilan ini dilakukan dengan cara mengusap rongga nasofarings dan atau orofarings dengan menggunakan alat seperti kapas lidi khusus.

Menurut Prof Dr. H Boediwarsono penggunaan rapid test pada pasien Covid-19 tidak berpengaruh. Metode rapid test merupakan pemeriksaan cepat untuk mendeteksi kemungkinan adanya virus yang menyerang tubuh manusia.

Baca juga: Covid-19 di Indonesia Naik, Ayo Masker Lagi

 Apabila saat rapid test ada orang mendapatkan hasil positif, maka hasilnya perlu dikonfirmasi lagi dengan pemeriksaan laboratorium Polymerase Chain Reaction ( PCR) untuk mendeteksi kemungkinan Covid-19.

Update sebaran kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia per Selasa (8/9/2020).

Berdasarkan laporan data pada akun Twitter @BNPB_Indonesia, Selasa (8/9/2020) sore, tercatat ada 3.046 kasus baru.

Baca juga: Dokter Paru Mereaksi Jokowi Soal Endemi

Sehingga total kasus virus corona di Indonesia menjadi 200.035 orang. Untuk jumlah pasien yang sembuh bertambah sebanyak 2.306 orang. Total pasien sembuh yakni 142.958 orang. Sedangkan 8.230 pasien positif virus corona dilaporkan meninggal dunia. dsy4

  

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Minggu, 22 Feb 2026 20:28 WIB
Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB
Minggu, 22 Feb 2026 20:21 WIB
Berita Terbaru