SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo – 7 hari keluar dari rumah, seorang kakek 80 tahun di Ponorogo ditemukan tewas membusuk di dalam jurang sedalam 10 meter.
Baca juga: Tertular dari Keluarga, 254 Anak di Bawah 14 Tahun di Ponorogo Terjangkit TBC
Korban yang diketahui bernama Gunari tersebut, pertama kali ditemukan oleh anak korban yang bernama Tumiati, yang hendak mencari buah pucung di kebun milik korban.
“Jurang yang menjadi TKP korban ditemukan itu, dekat dengan kebun milik korban,” kata kapolsek Ngebel Iptu Eko Murbianto, Rabu (11/11).
Baca juga: Tuding Masuk Angin Tangani TP Anggota DPRD, Ratusan Mahasiswa Lurug Kejaksaan Ponorogo
Eko menyebut, korban pergi dari rumah tanpa memberitahu siapapun. Dari keterangan pihak keluarga, 3 hari setelah kepergian korban, pihak keluarga mencari keberadaan korban di rumah saudaranya di Desa Banaran Kecamatan Pulung, namun juga tidak berhasil menemukan keberadaan korban.
“Anak korban juga tidak mendapati ayahnya di rumah saudaranya yang ada di Desa Banaran,” katanya.
Baca juga: Pemadaman Listrik Bergilir Marak di Sejumlah Wilayah Ponorogo, PLN Ungkap Penyebabnya
Hingga, saksi Tumiati (anak korban) pergi ke kebun untuk mencari buah pucung. Nah, saat itu saksi mencium aroma busuk dari dalam jurang. Setelah memdekat, Dia melihat ada kaki korban. Petugas Polsek Ngebel dan tim kesehatan melakukan olah TKP dan memeriksa korban.
Diduga saat korban melintas di sekitar jurang itu, korban terpeleset dan jatuh hingga meregang nyawa.
Editor : Moch Ilham