Wakapolda Jatim Cek Pengamanan Gereja Mojokerto

surabayapagi.com
Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Suprapto didampingi Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi saat mengecek kesiapan Gereja Katolik Santo Yosef di Jalan Pemuda, Kota Mojokerto. SP/Dwy Agus Susanti

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Wakil Kepala Polda (Wakapolda) Jawa Timur, Brigjen Pol Slamet Hadi Suprapto mengecek kesiapan pengamanan natal di Gereja Katolik Santo Yosef, Jalan Pemuda, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Kamis (24/12/2020) sore.

Jendral bintang satu ini memastikan kesiapan pasukan sehari pasca penggerebekan terduga teroris oleh Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri di Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Rabu (23/12) kemarin.

Tak hanya itu, Wakapolda juga mengecek kesiapan penerapan protokol kesehatan covid-19 jelang misa di satu-satunya gereja yang melakukan perayaan natal tatap muka di Kota Mojokerto ini.

Dengan didampingi Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi, orang nomor dua di Polda Jatim ini memeriksa secara langsung tempat cuci tangan, thermogun hingga pembatasan kapasitas tempat ibadah yang hanya diperbolehkan cuma 25 persen dari kapasitas total.

"Hari ini saya dari Polda melihat sejauh mana kesiapan terutama dari kepolisian untuk mengamankan objek-objek sasaran operasi lilin," ungkapnya.

Ia menjelaskan, pengecekkan dilakukan selain dalam rangka pelaksanaan operasi yustisi di Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 nanti, juga untuk melihat kesiapan penerapan prokes dari Kementrian terkait tata cara proses peribadatan secara tatap muka di sejumlah gereja.

"Diantaranya gereja, tempat-tempat keramaian, atau tempat rekreasi. Dan hari ini saya ada di Mojokerto Kota tepatnya di Gereja Santo," bebernya usai menyerahkan bantuan ke panitia gereja.

Wakapolda menegaskan, gereja juga memang harus menerapkan kapasitas jumlah umat hanya 25 persen, atau 175 orang saja dari total maksimal peribadatan umat sebanyak 700 orang.

"Saya bisa melihat panita bisa melaksanakan itu. Selain itu, saya bangga, karena panitia menyiapkan masker untuk para jamaah. Tentunya ini sebagai gambaran jika gereja ini sudah melaksanakan penerapan prokes," paparnya.

Saat disinggung, terkait apakah wilayah Mojokerto termasuk dalam peta kerawanan serangan terorisme saat perayaan natal. Wakapolda menyebut, rawan tidaknya sebuah wilayah tergantung pola penyikapannya.

"Itu tergantung bagaimana kita menyikapi. Semua pihak ikut serta berperan, seperti banser, anshor. Kita sudah menyiapkan keamanan sesuai protap yang dilakukan setiap tahun untuk perayaan natal. Mudah-mudahan semua lancar," pungkasnya. Dwy

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru