Surabaya Pagi, Surabaya - Warga sekitar Jalan Tidar gempar. Pasalnya, ada warga membuat kerusuhan. Setelah diselidiki, ternyata pria tersebut bernama Purnomo, 50, warga yang tinggal di Jalan Tambak Asri, Surabaya. Dia ditangkap Polsek Sawahan. Pria asal Solo itu, diringkus polisi setelah melakukan pembakaran terhadap Samsul Arifin, 54, warga Jalan Asem V, Surabaya, di Jalan Tidar, Minggu (14/2) sekitar pukul 09.40. Akibat ulah pelaku, bagian tangan dan tubuh korban mengalami luka bakar.
Informasi yang dihimpun dilapangan, sebelum mengamuk dan membakar korban, pelaku terlihat mondar-mandir di depan Markas Polsek Sawahan, Jalan Tidar, Surabaya. Pelaku seperti linglung. Bahkan, pelaku sempat ditegur Kanit Reskrim Polsek Sawahan Iptu Ristitanto terkait keperluanya di depan Mapolsek. Tidak lama berselang, pelaku berjalan ke arah barat Mapolsek Sawahan.
Setibanya di depan kios bensin dan tambal ban pelaku mengamuk. Dia lalu mengambil satu botol plastik berisi bensin dan disiramkan ke tubuh korban yang saat itu berhenti menambah angin ban. Tak hanya itu. Pelaku juga mengeluarkan korek api dan membakar tubuh korban.
"Setelah membakar pelaku lari. Kemudian dikejar anggota polisi ke arah barat. Polisi sempat melakukan tembakan ke udara," ujar warga setempat, Budiono, Minggu (14/2).
Bukannya menyerah, saat itu pelaku malah lari kencang ke barat hingga ke kawasan sungai Greges, Asemrowo. Di lokasi tersebut, pelaku menceburkan diri ke sungai dan sempat mengambil pecahan kaca.
"Dia mengancam hendak bunuh diri, dengan menodongkan pecahan kaca di lehernya sendiri," sebut Kanit Reskrim Polsek Sawahan Iptu Ristitanto, kemarin.
Meski demikian, kata Risti, pelaku akhirnya bisa dibujuk dan ditangkap bersama warga sekitar. Sementara, untuk korban sudah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. "Dia sempat saya tegur saat mondar-mandir di depan Polsek," tegasnya.
Mantan Kanit Reskrim Polsek Wonokromo ini menyebutkan, pelaku saat dimintai keterangan jawabannya melebar dan seperti berhalusinasi.
"Kami masih cari keluarga pelaku. Nanti juga akan kami periksakan kondisi kejiwaannya," tegas perwira dengan dua balok di pundaknya itu.
Sementara, pelaku Purnomo mengaku sebelum membakar korban seperti dikejar-kejar orang banyak hendak ditagih utang. "Saya dikejar-kejar mereka. Ditagih utang mau dikeroyok dan dibunuh," ucapnya di Mapolsek Sawahan.nt
Editor : Redaksi