SURABAYAPAGI.com, Magetan - Sebagai upaya intervensi dalam membantu penyerapan produksi telur di wilayah setempat yang berlimpah dan berimbas harga turun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengajak para ASN untuk membeli telur ayam dari peternak lokal, sekaligus menyerap melimpahnya pasokan telur sehingga harga tidak semakin turun.
"Pemerintah daerah akan memfasilitasi penyerapan telur, di antaranya melalui gerakan pembelian telur oleh aparatur sipil negara (ASN) dan kampanye konsumsi telur," ujar Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan Nur Haryani, Minggu (10/05/2026).
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan sejumlah langkah untuk menyerap telur, antara lain optimalisasi program bantuan sosial maupun peningkatan konsumsi telur dalam Program MBG. Pasalnya selama ini penyerapan melalui Program MBG masih terbatas, yakni sekitar 150 kilogram per dapur per minggu. Sehingga, menu untuk telur bisa ditingkatkan, dari yang semula satu kali dalam seminggu mungkin bisa diperbanyak
Sementara itu, adanya tren penurunan harga dipicu, produksi telur harian di Magetan yang saat ini surplus sekitar 81 ton. Dari jumlah itu, sekitar 40 persen untuk kebutuhan lokal, sedangkan 60 persen dikirim keluar daerah. Oleh kKarena stok yang melimpah maka harga telur ayam ras saat ini di Magetan mencapai Rp22.800 per kilogram. Harga itu lebih rendah dari harga acuan pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram. Di sisi lain, harga jagung sebagai bahan pakan telah mencapai Rp6.600 per kilogram.
Selain itu, pihaknya juga telah mengusulkan bantuan jagung subsidi dari pemerintah pusat guna menekan biaya produksi pakan ternak. Disnakkan Kabupaten Magetan juga segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun pusat untuk membantu nasib para peternak ayam petelur di Magetan atas dampak penurunan harga telur akibat kelebihan stok produksi tersebut. mg-02/dsy
Editor : Redaksi