Dari Bisnis Katering, Kini Miliki 100 Gerai Toko Brownis

surabayapagi.com
Sumi Wiludjeng pemilik Brownies Amanda. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sumi Wiludjeng merupakan orang dibalik berdirinya Brownis Amanda sejak tahun 1999. Awal mula mulanya bisnis ini berasal dari bisnis rumahan kateringnya yang menerima pesanan berbagai kue untuk acara-acara tertentu.

Sumi yang terus mencoba berkreasi dengan resep kue yang dirasanya pas dan enak, kini ternyata mendapatkan respon yang positif dari beberapa pelanggannya. Bermula dari mulut ke mulut dan hanya konsumen langganannya saja hingga menyebar dan memiliki beberapa pelanggan.

Baca juga: Pegadaian Gelar Road to The Gade Preneur di Banyuwangi

Selain itu, semakin hari pesanan terus meningkat dan membuat ia memutuskan untuk membuka toko kecil di Bandung untuk dapat melayani lebih banyak pelanggan, Jumat (21/5/2021).

Dalam memasarkannya, brownis Amanda seringkali mengikuti berbagai event seperti bazaar dengan menggunakan pengemasan yang disesuaikan dengan pengembangan pasar. Saat itu brownis Amanda masih belum dapat dipasarkan secara online karena produk yang tidak tahan lama.

Namun, dalam menjalankan bisnisnya tersebut, terdapat banyak tantangan dan hambatan. Salah satunya, saat memiliki toko kecil pertamanya, pernah mengalami kebakaran yang menhabiskan semuanya dan maka dari itu bisnisnya sempat mengalami kegagalan.

Baca juga: Bisnis Kacang Sukro Beromzet Miliaran

Karena kabakaran, tempat usahanya akhirnya harus pindah. Hal tersebut ternyata menimbulkan tantangan tersendiri karena ia dapat menggaet para pelanggan baru.

Tak disangka,walaupun pindah lokasi, ternyata memberikan keuntungan sendiri bagi brownis Amanda. Minat konsumen pun semakin meningkat setelah pindah lokasi baru.

Seiring berjalannnya waktu, karena penjualan meningkat dan bisnis terus berkembang sehingga brownis Amanda pun memulai membuka berbagai cabangnya di berbagai kota di Indonesia tak hanya Bandung tapi juga merambah ke Jakarta, Surabaya, dan kota besar di Indonesia.

Baca juga: Rintis Usaha Helm Retro Beromzet Ratusan Juta

Merek Amanda pun dipantenkan pada tahun 2004. Seiring dipatenkan merek Amanda, membuat penjualan dan minat pada brownis legit nan lembut ini semakin laris hingga penjualan semakin meningkat. Penjualannya meningkat hingga 50 persen per tahun.

Tak hanya itu, brownis Amanda juga terus menggencarkan berbagai inovasi varian rasa yang bermacam-macam sehingga membuat semakin banyak memiliki penggemarnya. Hingga kini cabang outlet brownis Amanda tersebar dalam 100 gerai di seluruh Indonesia dengan penjualan ribuan kotak tiap cabangnya. Dsy2

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru