Ketua DPR Ketar-ketir, Maraknya OTT Kepala Daerah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua DPR RI, Puan Maharani, saat pembukaan Rapat Paripurna dalam masa sidang 2025-2026 di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Ketua DPR RI, Puan Maharani, saat pembukaan Rapat Paripurna dalam masa sidang 2025-2026 di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari, baru saja terjerat operasi tangkap tangan (OTT) KPK. OTT itu terkait kasus dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.

dalam OTT itu ada 13 orang yang diamankan KPK, termasuk Wakil Bupati Rejang Lebong Hendri Praja. Pemeriksaan awal dilakukan di Polers Kepahyang dan di Polresta Bengkulu.

"Dari sembilan orang yang dibawa ke Jakarta pagi ini, satu bupati, kemudian wakil bupati. Dan juga, tiga orang lainnya dari ASN di wilayah Pemkab Rejang Lebong. Kemudian, empat orang lainnya adalah pihak swasta," ungkap Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2026).

Hari yang sama Ketua DPR Puan Maharani, was was. Ia menyebut peristiwa OTT Kepala Daerah, harus ada evaluasi dari DPR dan pemerintah mengenai fenomena operasi tangkap tangan (OTT) kepala daerah,  .

"Kita harus sama-sama evaluasi antara DPR dengan pemerintah terkait dengan hal tersebut," kata Puan usai rapat paripurna DPR di gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Puan mengungkit biaya politik mahal yang sering dikaitkan dengan permasalahan korupsi oleh kepala daerah. Di sisi lain, dia juga mendorong pentingnya kepala daerah diberikan pendidikan mengenai akuntabilitas pemerintahan.

"Apakah kemudian mungkin biaya politik terlalu mahal atau kemudian bagaimana memberikan pendidikan akuntabilitas kepada seluruh kepala daerah," ucap Puan.

"Juga bagaimana memberikan kesadaran kepada seluruh kepala daerah bahwa, ya, akuntabilitas itu penting bukan hanya untuk pengawasan akuntabilitas, tapi bagaimana kesadaran untuk sama-sama saling menjaga," sambungnya.

 

Harta Bupati Tembus Rp 19,5 miliar

Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari, tercatat melaporkan LHKPN pada 2024 ketika menjadi calon kepala daerah.

Dalam LHKPN miliknya, total nilai kekayaannya tembus Rp 19,5 miliar yang sebagian besar berasal dari kepemilikan properti. Tercatat, ia memiliki 14 aset properti dengan total Rp 14,6 miliar. Berikut ini rinciannya.

1. Tanah dan Bangunan Seluas 304 m2/675 m2 di KAB / KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 3.300.000.000

2. Tanah dan Bangunan Seluas 301 m2/650 m2 di KAB / KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 2.000.000.000

3. Tanah dan Bangunan Seluas 222 m2/200 m2 di KAB / KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 250.000.000

4. Tanah Seluas 185 m2 di KAB / KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 200.000.000

5. Tanah dan Bangunan Seluas 154 m2/288 m2 di KAB / KOTAKEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 750.000.000

6. Tanah dan Bangunan Seluas 172 m2/300 m2 di KAB / KOTAKEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 1.000.000.000

7. Tanah dan Bangunan Seluas 636 m2/450 m2 di KAB / KOTAKEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 1.000.000.000

8. Tanah dan Bangunan Seluas 128 m2/360 m2 di KAB / KOTA REJANG LEBONG, HASIL SENDIRI Rp 800.000.000

9. Tanah Seluas 13.489 m2 di KAB / KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 800.000.000

10. Tanah Seluas 8.946 m2 di KAB / KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 600.000.000

11. Tanah Seluas 2.402 m2 di KAB /KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 800.000.000

12. Tanah Seluas 368 m2 di KAB / KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 250.000.000

13. Tanah dan Bangunan Seluas 575 m2/350 m2 di KAB / KOTA REJANG LEBONG, HASIL SENDIRI Rp 350.000.000

14. Tanah dan Bangunan Seluas 1.488 m2/300 m2 di KAB / KOTA KOTA BENGKULU, HASIL SENDIRI Rp 2.500.000.000

Selain itu, Fikri juga tercatat memiliki dua kendaraan mobil yaitu Mitsubishi ECLIPSE Cross/Minibus tahun 2020 seharga Rp 350 juta dan Mitsubishi Pajero Sport tahun 2021 senilai Rp 550 juta.

Ia juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 45 juta, kas dan setara kas Rp 7.234.102.034, serta harta lainnya Rp 9.700.560.665. Walau demikian, ia memiliki utang Rp 12.948.979.208 sehingga total kekayannya Rp 19.530.683.491.

 

Tiga OTT Awal 2026

Sebelumnya, tiga OTT KPK pertama dilakukan hanya dalam kurun waktu sembilan hari, yakni pada 10-19 Januari 2026.

Dirangkum dari KPK, berikut daftar OTT KPK pada triwulan pertama 2026, Januari hingga Maret:

KPK menangkap Wali Kota Madiun, Maidi, dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (19/1/2026). Ini menjadi OTT kedua KPK di Januari 2026. Selain Wali Kota Madiun Maidi, penyidik KPK juga meringkus 14 orang lainnya yang terdiri dari pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun hingga pihak swasta. OTT tersebut terkait dugaan korupsi mengenai proyek dan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR) di Kota Madiun, Jawa Timur. Dalam operasi tersebut, tim satgas KPK berhasil menyita sejumlah uang yang diduga merupakan bagian dari commitment fee yang diterima oleh pihak penyelenggara negara. 

19 Januari: OTT KPK Bupati Pati Sudewo Di hari yang sama dengan penangkapan Wali Kota Madiun Maidi, KPK juga menangkap Bupati Pati Sudewo dalam OTT pada Senin (19/1/2026). Menurut informasi, OTT terhadap Bupati Sudewo tersebut terkait dugaan korupsi pengisian jabatan perangkat desa di Pati. Selain Sudewo, KPK juga mengamankan sejumlah pihak lain dalam operasi tersebut dan diboyong ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan. Adapun tujuh orang yang ikut bersama Bupati Pati Sudewo terdiri dari dua camat, tiga kepala desa, dan dua calon perangkat desa.

 

Ada OTT Gubernur

Sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026, KPK intensif melakukan OTT terhadap kepala daerah, dengan laporan menyebutkan setidaknya 6-8 kepala daerah terjaring. Beberapa nama yang dilaporkan terlibat meliputi Bupati Kolaka Timur Abdul Aziz, Gubernur Riau Abdul Wahid, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya, serta Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.

Kasus-kasus ini umumnya berkaitan dengan suap, gratifikasi, jual beli jabatan, serta pengadaan barang dan jasa. Pengamat menyoroti tingginya biaya politik sebagai salah satu pemicu utama korupsi ini. n erc/jk/cr2/rmc

Berita Terbaru

Dorong Penguatan Tata Kelola, 14 Desa di Madiun Naik Status Jadi Desa Mandiri

Dorong Penguatan Tata Kelola, 14 Desa di Madiun Naik Status Jadi Desa Mandiri

Kamis, 13 Agu 2026 12:26 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 12:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Berdasarkan hasil pemutakhiran dan verifikasi data Indeks Desa 2026, sebanyak 14 dari 198 desa di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, naik…

Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkab Banyuwangi Hadirkan 19 PNS Tenaga Kesehatan

Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkab Banyuwangi Hadirkan 19 PNS Tenaga Kesehatan

Kamis, 13 Agu 2026 11:27 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 11:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Guna memperkuat pelayanan kesehatan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menghadirkan 19 pegawai negeri sipil (PNS) tenaga…

Perkuat Layanan Pendidikan, Pemkab Sidoarjo Targetkan Tak Ada Lagi Siswa Putus Sekolah Akibat Ekonomi

Perkuat Layanan Pendidikan, Pemkab Sidoarjo Targetkan Tak Ada Lagi Siswa Putus Sekolah Akibat Ekonomi

Kamis, 13 Agu 2026 11:26 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 11:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai langkah strategis dalam memperkuat layanan pendidikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menargetkan tak ada lagi…

Atasi Sampah Organik, Pemkot Madiun Kembangkan Budidaya Maggot

Atasi Sampah Organik, Pemkot Madiun Kembangkan Budidaya Maggot

Kamis, 13 Agu 2026 10:48 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 10:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Guna mengatasi masalah sampah organik yang dihasilkan masyarakat serta mendukung gerakan pemilahan sampah dari rumah, Pemerintah…

Masuki Panen, Pemkab Bojonegoro Dorong Kenaikan Harga Jual Tembakau Rajangan Kering

Masuki Panen, Pemkab Bojonegoro Dorong Kenaikan Harga Jual Tembakau Rajangan Kering

Kamis, 13 Agu 2026 10:44 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 10:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Memasuki masa panen, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus berupaya mendorong kenaikan harga jual tembakau rajangan…

2.056 Wisatawan Berbondong-bondong Ajukan ‘Refund Imbas Bromo Ditutup Total

2.056 Wisatawan Berbondong-bondong Ajukan ‘Refund Imbas Bromo Ditutup Total

Kamis, 13 Agu 2026 10:36 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 10:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti pasca insiden meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan tersebut dalam beberapa hari…