SURABAYAPAGI, Surabaya - Sebagai peningkatan dari pendidikan vokasi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim mendorong lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki kemampuan mendesain dan mengkontruksi rumah tahan gempa.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, sudah terkonfirmasi seluruh wilayah Selatan Jawa potensial kemungkinan terjadinya gempa, maupun Tsunami. Karena berada di wilayah Ring of Fire.
Baca juga: Proyek Kereta Surabaya-Sidoarjo Ditarget Rampung 2029, Konektivitas Jatim Ditingkatkan
"Nah bangunan-bangunan tahan gempa ini kan harus tersosialisasikan, harus terkomunikasikan, dan harus tersuport oleh SDM yang cukup," imbuhnya.
Khofifah mendorong bagaimana kemudian menyiapkan para lulusan SMK, yang sudah siap untuk membantu menyiapkan konstruksi rumah sederhana tahan gempa.
Baca juga: Khofifah Lantik 6 Pejabat Pemprov Jatim, Dorong Percepatan Digitalisasi Layanan Publik
"Kalau SMK ini masih harus ditingkatkan, komunikasi saya dengan Tim ITS, paling tidak dua tahun, kalau setahuku nggak cukup, berarti setingkat D2," tuturnya.
Jadi, lanjut Khofifah, lulusan SMK nanti akan punya dua ijazah, yaitu ijazah SMK dan ijazah D2. Dengan begitu, lulusan SMK sudah memiliki sertifikat dari dimana siswa tersebut melakukan pendalaman skill yang dibutuhkan untuk penyiapan rumah rumah tahan gempa.
Baca juga: Resmi Kukuhkan Pengurus, MUI Jatim Komitmen Dakwah Digital dan Kesehatan Mental Masyarakat
"Di dalamnya termasuk adalah rumah sederhana yang tahan gempa. Kita harus punya tenaga yang cukup banyak, mereka expert, tapi yang sesuai dengan kemampuan masyarakat," lanjutnya
Editor : Mariana Setiawati