Asrama Haji Kota Madiun Jadi RS Covid-19

surabayapagi.com
Wali Kota Madiun Maidi . SP/PEMKOT MADIUN

SURABAYAPAGI, Madiun – Asrama Haji di Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, telah diresmikan Wali Kota Madiun Maidi sebagai rumah sakit lapangan (RSL) pasien Covid-

RS Lapangan Asrama Haji tersebut untuk merawat pasien Covid-19 yang isolasi mandiri (isoman) di rumah jika membutuhkan penanganan medis lanjutan.

Baca juga: Pasca Geledah Balai Kota Madiun, KPK Segera Periksa Saksi-Saksi Kasus Dugaan Korupsi Proyek dan CSR 

"Rumah Sakit Lapangan ini nantinya untuk pasien yang saat isoman di rumah sewaktu-waktu membutuhkan perawatan lebih lanjut. Tetapi harapannya, tidak sampai terisi. Artinya, yang isoman itu segera sembuh dan tidak ada yang sakit lagi," ujarnya Wali Kota Maidi, Senin (26/7/2021).

RSL Asrama Haji Kota Madiun tersebut memiliki kapasitas hingga 182 tempat tidur yang dapat digunakan oleh pasien Covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang.

Selain RSL Asrama Haji, Wali Kota Maidi juga meresmikan Rusunawa II Kota Madiun untuk menjadi ruang isolasi bagi para tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19. Rusunawa II tersebut memiliki 44 hunian dengan masing-masing ruang terdapat dua tempat tidur.

Dengan difungsikannya dua fasilitas tersebut, Maidi berharap tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di Kota Madiun yang sempat naik dapat ditekan.

Baca juga: OTT KPK Harus Jadi Titik Balik DPRD Kota Madiun Benahi Fungsi Pengawasan

"Hadirnya RSL Asrama Haji dan Rusunawa II ini tentu menambah ruang perawatan Covid-19 di Kota Madiun. Harapannya, 'BOR'-kita semakin dapat ditekan," ujarnya.

Ketersediaan dua fasilitas tersebut dinilai sangat penting mengingat ruang perawatan di rumah sakit sudah penuh saat ini, baik itu di RSUD dr Soedono, RSUD Kota Madiun, RS DKT, maupun RSI Kota Madiun.

Guna lebih menekan BOR di wilayahnya, Pemkot Madiun juga berencana memanfaatkan sejumlah gedung sekolah tingkat SD dan SMP di Kota Madiun yang terdekat dengan puskesmas untuk dijadikan ruang isolasi.

Baca juga: Pasca Wali Kota Madiun Terjaring OTT KPK, Wakil Wali Kota dan Sekda Tak Terlihat di Balai Kota 

Hasil pendataan, setidaknya terdapat 10 hingga 11 SD dan SMP di wilayahnya yang paling dekat dengan enam puskesmas yang ada.

Dari gedung sekolah-sekolah itu tercatat ada 70 ruang kelas yang bisa dimanfaatkan. Sesuai rencana, satu ruang kelas bisa diisi 10 tempat tidur, sehingga bisa menampung untuk 700 orang. md1/na

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru