Atasi Sampah Organik, Pemkot Madiun Kembangkan Budidaya Maggot

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun (kiri) meninjau lokasi yang akan digunakan untuk tempat budi daya maggot. SP/MDN
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun (kiri) meninjau lokasi yang akan digunakan untuk tempat budi daya maggot. SP/MDN

i

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Guna mengatasi masalah sampah organik yang dihasilkan masyarakat serta mendukung gerakan pemilahan sampah dari rumah, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur mulai menggencarkan mengembangkan budidaya maggot. Dan saat ini dalam tahap survei untuk memastikan kesiapan tempat sekaligus kebutuhan infrastrukturnya di sejumlah lokasi.

"Kita akan survei kembali beberapa titik lokasi yang cocok agar nanti segera mengeksekusi," ujar Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun, Kamis (13/08/2026).

Adanya pengembangan maggot sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pemilahan sampah dari sumbernya, salah satunya rumah tangga. Sisa makanan atau sampah organik yang selama ini menjadi salah satu jenis sampah rumah tangga dapat dimanfaatkan sebagai pakan maggot.

Setelah sampah dipilah sesuai jenis, sampah organik bisa diberikan untuk makanan benih-benih maggot. Hal itu karena maggot mampu mengurai sampah organik dengan cepat dan hasilnya bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak dan ikan yang menghasilkan nilai ekonomi.

Menurutnya, budidaya maggot tersebut akan dikembangkan dalam beberapa versi, yakni skala kecil dan besar. Untuk skala kecil nantinya menyasar kelompok masyarakat, salah satunya sekitar 50 kepala keluarga. Sementara untuk skala lebih besar akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas lokasi yang disiapkan.

Dan rencananya, terdapat empat lokasi yang akan menjadi titik pengembangan budidaya maggot. Beberapa di antaranya berada di wilayah Kelurahan Demangan, Kelurahan Kartoharjo. dan Kelurahan Madiun Lor. Sementara lokasi budi daya dalam skala besar akan ditempatkan di wilayah Kelurahan Manguharjo.

Dengan demikian, turut mempercepat pencapaian target Kota Madiun Zero Waste atau bebas masalah sampah pada tahun 2027 yang telah dicanangkan. "Selain mengurangi sampah organik, budidaya maggot juga memiliki nilai manfaat lain. Maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bagian dari kegiatan ekonomi masyarakat," jelasnya. md-02/dsy

Berita Terbaru

Perkuat Karakter Kemanusiaan, Pemkot Surabaya Bakal Wajibkan Ekstrakurikuler PMR di SD-SMP

Perkuat Karakter Kemanusiaan, Pemkot Surabaya Bakal Wajibkan Ekstrakurikuler PMR di SD-SMP

Senin, 28 Sep 2026 13:59 WIB

Senin, 28 Sep 2026 13:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya dalam memperkuat karakter kemanusiaan generasi muda sejak dini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan langkah…

Tahun Depan, Pemkot Wacana Samakan Pakaian Batik dan Olahraga Sekolah Negeri

Tahun Depan, Pemkot Wacana Samakan Pakaian Batik dan Olahraga Sekolah Negeri

Senin, 28 Sep 2026 13:53 WIB

Senin, 28 Sep 2026 13:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Mulai tahun depan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menyamakan pakaian batik dan olahraga untuk siswa SD dan SMP negeri.…

Atasi Masalah Sampah, Pemkab Magetan Dorong Pembentukan Karakter Kebersihan Sejak Dini di Sekolah

Atasi Masalah Sampah, Pemkab Magetan Dorong Pembentukan Karakter Kebersihan Sejak Dini di Sekolah

Senin, 28 Sep 2026 13:47 WIB

Senin, 28 Sep 2026 13:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Sebagai upaya dalam menangani permasalahan sampah daerah, Wakil Bupati Magetan, Kang Suyat menyoroti bagaimana budaya masyarakat di…

Bertabur Seniman Kreatif, Festival Jaranan Trenggalek Terbuka ke-30 Masuk KEN 2026

Bertabur Seniman Kreatif, Festival Jaranan Trenggalek Terbuka ke-30 Masuk KEN 2026

Senin, 28 Sep 2026 13:46 WIB

Senin, 28 Sep 2026 13:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Selama 6 hari berturut-turut, Pemkab Trenggalek sukses menggelar Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) ke-30, dengan…

Penderita ISPA di Trenggalek Mulai Naik, Dinkes Catat Tembus 12.809 Orang

Penderita ISPA di Trenggalek Mulai Naik, Dinkes Catat Tembus 12.809 Orang

Senin, 28 Sep 2026 13:36 WIB

Senin, 28 Sep 2026 13:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Hingga minggu ke-36 tahun 2026, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten…

BGN Hentikan Sementara SPPG Tanjungsari 1 Buntut Dugaan Keracunan MBG

BGN Hentikan Sementara SPPG Tanjungsari 1 Buntut Dugaan Keracunan MBG

Senin, 28 Sep 2026 13:34 WIB

Senin, 28 Sep 2026 13:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Kasus keracunan akibat mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan…