SURABAYAPAGI.COM, Tulungagung - Seorang pelajar SMA di Tulungagung nekad mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Korban berinisial APM (17) warga wilayah kecamatan Ngunut kabupaten Tulungagung.
Korban diduga nekad gantung diri karena sakit hati diputus pacarnya. Hal tersebut diketahui dalam percakapan di ponsel korban adanya percecokan dengan pacarnya yang berujung meminta putus.
Baca juga: Pantai Tulungagung Dipenuhi Limbah Popok Sekali Pakai hingga Capai 52 Kilogram
Kapolsek Ngunut, Kompol Ernawan menjelaskan, kejadian berawal ketika korban berada di rumah sendiri. Sedangkan kakak korban pergi bekerja dan ibu korban pergi ke rumah saudaranya di Kabupaten Trenggalek.
“Diduga ketika korban sendirian di rumah, ada cek-cok dengan pacarnya,”jelas Ernawan, Senin (3/1/2022).
Kompol Ernawan menambahkan, ketika kakak korban pukul 14.00 WIB pulang bekerja dan memanggil nama adiknya, tidak ada sautan suara. Kemudian kakak korban masuk ke rumah dan dikagetkan dengan adiknya yang sudah menggantung kaku di ruangan cuci baju.
“Diduga korban sudah setengah jam yang lalu mengakhiri hidupnya,”jelasnya.
Baca juga: Diduga Kebocoran LPG, 3.100 Ayam Ludes Terpanggang di Kedungwaru Tulungagung
Setelah kejadian tersebut kakak korban mengabari ibunya yang sedang berada di Trenggalek. Dibantu warga setempat melaporkan kejadian tersebut ke pihak desa dan diteruskan ke Polsek Ngunut.
Tak lama pihak Polsek Ngunut datang ke TKP disusul oleh Unit Inafis Polres Tulungagung dan Puskesmas setempat.
Setelah dilakukan olah TKP, tidak ditemukan adanya tanda – tanda penganiayaan dalam tubuh korban, dan pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi.
Baca juga: Antisipasi Kasus HIV/AIDS, KPA Tulungagung Sasar Ribuan Siswa Baru Edukasi Dini
“Pihak keluarga menerima kejadian tersebut adalah sebuah musibah, dan jenazah korban langsung dilakukan pemulasaran kemudian dimakamkan,”pungkasnya.
Editor : Moch Ilham