Kemitraan Pendidikan dengan LN, Bukti Lamongan Ciptakan Perdamaian

surabayapagi.com
Wabup Lamongan memberi sambutan dalam World Peace Project, Kegiatan Proyek Siswa dari Tiga Negara secara virtual. SP/MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Kabupaten Lamongan terus ikut aktif dalam mewujudkan peran perdamaian dunia, salah satunya dengan menjalin kemitraan dengan luar negara dalam hal pendidikan, yang diwujudkan World Peace Project, Kegiatan Proyek Siswa dari Tiga Negara yang dibuka Wabup KH. Abd Rouf secara virtual di Ruang Command Center, Senin (11/7/2022).

Program kemitraan siswa internasional tiga negara antara Indonesia (SMP Negeri Lamongan), Jepang (Aki Fuchu SHS) dan Filipina (Immaculate Conception School of Baliuag HS), adalah cermin kalau Lamongan benar -benar sangat konsen dalam menciptakan perdamaian dunia.

Baca juga:  Pengemudi Becak Lamongan Terima Bantuan Becak Listrik dari Prabowo

Yang diaktualisasikan melalui  kisah nyata Sasaki Sadako, seorang gadis kecil Jepang yang melawan ganasnya efek bom atom. Wabup Lamongan Abdul Rouf berharap generasi muda Lamongan dapat mengambil pelajaran betapa mengerikannya efek dari perang dan bom nuklir.

“Melalui pertunjukan cerita gambar Sadako, siswa Aki Fuchu menyampaikan pesan mendalam kepada siswa dan masyarakat di seluruh dunia untuk menyadari betapa pentingnya menjaga perdamaian dunia dan betapa berbahayanya dampak perang, permusuhan, kekerasan, dan konflik, khususnya perang nuklir,” ucap Wabup Rouf.

Wabup mengapresiasinya atas proyek perdamaian dunia yang ditampilkan oleh siswa SMA Aki Fuchu. Menurutnya, melalui  pertunjukan cerita gambar Sadako, para siswa juga memberikan pesan mendalam bahwa jika suatu daerah dilanda perang nuklir, maka akan berdampak buruk pada banyak aspek kehidupan dan yang paling terpengaruh dalam perang adalah anak-anak.

“Mereka (anak-anak) kehilangan segalanya, kehilangan masa depan dan harus menderita penyakit radiasi nuklir. Oleh karena itu, perdamaian diperlukan untuk hidup, untuk kebahagiaan, dan untuk masa depan yang lebih baik,” tuturnya.

Baca juga: Mas Wabup Dirham Buka Forum Konsultasi Publik Penyusunan RKPD 2027

Kegiatan prestisius yang dilaksanakan melalui zoom meet dan diliput seluruh TV Nasional Jepang ini juga diharapkan Wabup Rouf agar dijadikan pilot project untuk penguatan profil pelajar pancasila dalam dimensi karakter berkebinekaan global.

Hal senada juga turut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Munif Syarif dalam kesempatan tersebut Beliau mengungkapkan terima kasihnya atas kesempatan luar biasa kepada para generasi muda Lamongan untuk ikut serta menyampaikan misi perdamaian melalui Sadako’s English Picture-Story Show yang dibawakan oleh siswa-siswi Aki Fuchu SHS.

Melalui kisah Sadako ini, Munif berharap tidak ada lagi perang, tidak ada lagi bom nuklir, karena korbannya adalah anak-anak. Maka perlunya proyek perdamaian harus diperkenalkan sejak dini untuk siswa agar mereka tahu betapa indahnya perdamaian.

Baca juga: Tahun 2026 ATR/BPN, Kabupaten Lamongan Targetkan 20.000 Bidang Tanah Bersertifikat

“Saya sangat mengapresiasi siswa Aki Fuchu-Lamongan-Baliung yang memberikan inspirasi kepada siswa di seluruh dunia untuk membuat proyek perdamaian kolaboratif seperti ini,” pungkas Munif.

Pertemuan untuk ketiga kalinya ini merupakan program kemitraan siswa internasional tiga yang berfokus pada wawasan global bidang pendidikan.  

Hadir pula dalam virtual tersebut, Mr Takahashi Makoto, Kepala Sekolah SMA Aki Fuchu, Mr Koshiba Hiromi, President of Fuchu International Relations Association, Ms Nakamura Yurie, The Master of Sadako’s Picture-Story Show, Mr Dennis Mendoza, Kepala Sekolah Immaculate Conception School of Baliuag HS. jir

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru