Fraksi Gerindra cetuskan Program Pemberdayaan Pekerja Migran asal Jawa Timur

surabayapagi.com
Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani didampingi Gus Fawait (peci hitam) Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim bertemu pekerja migran Indonesia asal Jawa Timur di Arab Saudi, Kamis 14/7/2022.

Surabayapagi.com - Keberadaan Tenaga Kerja Indonesia atau Pekerja Migran Indonesia asal Jawa Timur menarik perhatian Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim. Ketua Fraksi Gerindra M Fawait yang sempat bertemu dan berdialog dengan para pahlawan devisa itu berharap kualitas TKI/PMI asal Jawa Timur harus lebih baik lagi dari sebelumnya. 

Politisi muda yang akrab disapa Gus Fawait ini mengatakan pihaknya mendorong agar Pemprov Jawa Timur dan pemkab atau pemkot di Jawa Timur untuk memberi pemberdayaan pada TKI atau PMI yang akan diberangkatkan ke luar negeri. Berupa pelatihan pra kerja dengan pendidikan yang up to date. Baik itu penguasaah perilaku, bahasa, bidang kerja, hingga teknologi.

"Saya mengambil contoh ketika saya ibadah haji ke tanah suci, kami menemui PMI yang ada di tanah suci. Mereka berbagi cerita ketika di tanah suci saat musim haji membuka usaha makanan khas Indonesia," jelas Fawait, Sabtu (16/7/2022).

Ia  mengatakan dari membuka usaha makanan khas Indonesia ini, para PMI atau TKI yang ada di tanah suci bisa bertahan hidup selama berada di sana. Dari pengakuan mereka, dengan membuka usaha makanan khas Indonesia untuk jamaah haji asal Indonesia hasilnya bisa untuk biaya hidup selama satu tahun dan bisa mengirim uang ke tanah air untuk keluarganya. "Ini yang membuat kami salut dengan perjuangan para TKI atau PMI yang ada di tanah suci," jelas bendahara Partai Gerindra Jawa Timur ini bersama Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani di Madinah.

Dengan fakta tersebut, kata Gus Fawait, pihaknya berharap seluruh TKI atau PMI yang akan diberangkatkan ke luar negeri untuk diberi pelatihan atau pemberdayaan sehingga ada penghasilan tambahan jika mereka hidup di perantuan di negeri orang.

"Partai Gerindra melalui fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur memiliki komitmen untuk mendorong agar para pekerja yang akan keluar negeri diberdayakan atau pemberian bekal pelatihan agar bisa dimaksimalkan ketika berada di luar negeri," jelas politisi asal Jember ini.

Sekedar diketahui, Melalui APBD Provinsi Jatim Tahun 2021, telah dianggarkan program Bantuan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Bagi Calon Pekerja Migran Indonesia sebesar Rp 7,9 Miliar.

Fokus sasarannya ditujukan kepada calon pencari kerja yang berminat bekerja ke luar negeri dan calon pekerja migran warga miskin. Kepada kelompok sasaran tersebut, akan dibantu pelatihan di 10 Balai Latihan Kerja (BLK) milik Pemprov Jatim. Total mampu membantu pelatihan sebanyak 851 orang dan bantuan sertifikasi kompetensi kepada 1.500 orang. rko

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru