Penelitian: Vape Dapat Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Penelitian menemukan bahwa rokok elektrik (vape) sama berbahayanya bagi jantung seperti rokok konvensional. Tim ilmuwan di University of Louisville di Amerika Serikat menemukan vape, khususnya bahan kimia berbahaya dalam perangkat rasa mentol, dapat menyebabkan aritmia ventrikel pada tikus.

Sementara rokok konvensional mengandung tembakau dan nikotin (zat yang membuat ketagihan), vape hanya mengandung nikotin. Walaupun penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa 95 persen rokok elektrik tidak berbahaya dibandingkan produk tembakau, belakangan semakin banyak bukti yang mengaitkan nikotin dengan risiko penyakit jantung lebih besar.

Baca juga: Tekan Peningkatan Kasus Campak, Dinkes Tulungagung Gelar Program Imunisasi ‘Kejar’

Aritmia, sekelompok kondisi yang menyebabkan jantung berdetak dengan ritme yang tidak teratur atau tidak normal, membunuh sekitar 100 ribu orang di Inggris setiap tahun. Jika tidak diobati, aritmia ventrikel (yang terjadi di bagian bawah jantung) dapat menyebabkan hilangnya kesadaran dan serangan jantung mendadak atau bahkan kematian.

Serangan jantung adalah keadaan darurat medis, dan sering terjadi tanpa peringatan. Ini adalah masalah aliran yang menghentikan jantung memompa darah ke seluruh tubuh sehingga menyebabkan seseorang berhenti bernapas dan jatuh pingsan.

Baca juga: Satlantas Polres Blitar Kota Gelar Check Point, Tes Kesehatan Awak Angkutan Umum di Terminal Patria

Para peneliti menemukan bahwa semua cairan rokok elektrik dapat memicu aritmia pada tikus dengan menyebabkan jantung melambat saat seseorang mengisap, kemudian menjadi lebih cepat setelahnya. Konsumsi rokok elektrik telah meningkat pesat selama satu dekade terakhir, di mana 4,3 juta orang di Inggris secara teratur menggunakannya.

"Temuan penelitian ini penting karena memberikan bukti baru bahwa penggunaan rokok elektrik dapat mengganggu irama jantung normal, sesuatu yang tidak kita ketahui sebelumnya," kata penulis penelitian dari University of Louisville, Aruni Bhatnagar, dilansir The Sun, Rabu (26/10).

Baca juga: Dinkes Madiun Temukan 13 Kasus Campak, Upaya Vaksinasi Terus Digencarkan per Awal 2026

Para peneliti di California, AS mengatakan bahwa rokok elektrik dapat memicu kerusakan berbahaya pada otak dan jantung. Selain itu, rokok elektrik sama buruknya dengan rokok konvensional yang mengurangi fungsi pembuluh darah.hlt/vpe

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru