Jokowi Peringatkan Jangan Sampai Perhitungan Cadangan Beras Keliru

surabayapagi.com
Presiden Joko Widodo. Foto: Biro Pers Setpres.

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memperingati jajarannya bahwa ancaman krisis pangan bisa memicu gejolak sosial dan politik. Maka dari itu, ia meminta agar cadangan beras benar-benar dihitung.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam sambutannya dalam Sidang Kabinet Paripurna tentang kondisi perekonomian tahun 2023, evaluasi penanganan Covid-19, ketahanan pangan dan energi, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/12/2022).

Baca juga: Pj Gubernur Adhy Dampingi Presiden Jokowi Buka COCOTECH ke-51

"Krisis pangan hati-hati mengenai ini karena nanti bisa larinya masalah sosial dan politik sehingga utamanya yang berkaitan dengan beras betul-betul hitung semuanya itu, betul-betul hitung," kata Jokowi.

Ia menegaskan cadangan beras harus disiapkan dengan baik sehingga tidak menyebabkan terjadinya kelangkaan dan kenaikan harga di pasaran.

Baca juga: Mentan: Kolaborasi Semua Pihak Kunci Tangani Krisis Pangan

“Sehingga utamanya yang berkaitan dengan beras betul-betul hitung semuanya itu, betul-betul hitung-hitungan lapangan. Jangan sampai perhitungan kita keliru sehingga kita tidak menyiapkan reserve cadangan, pada suatu titik cadangan kita habis dilihat oleh pedagang dan akhirnya harga beras pasti akan naik,” jelas Jokowi.

Jokowi mengatakan bahwa saat ini situasi dunia masih tidak baik-baik saja. Sehingga dirinya meminta agar seluruh kebijakan yang berkaitan dengan masyarakat dan hajat hidup orang banyak betul-betul di kalkulasi.

Baca juga: Pj Gubernur Adhy Siap Dukung Arahan Presiden Jokowi Soal WTP Bukan Prestasi Tapi Kewajiban

"Kuncinya sekali lagi kolaborasi antara kementerian dan lembaga dan jangan terjebak pada egosektoral. Lakukan konsolidasi data, konsolidasi policy dan juga konsolidasi dari pelaksanaan atau implementasi," tegasnya.

Selain itu, Jokowi pun meminta jajarannya agar tetap hati-hati dan mewaspadai kondisi perekonomian pada tahun depan, baik yang berkaitan dengan krisis keuangan dan penurunan ekspor. jk

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru