Dokter: Hindari Susu Saat Minum Tablet Penambah Darah

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI, Surabaya - Dokter spesialis penyakit dalam dari Universitas Indonesia dr Dias Septalia Ismaniar menyebut susu dan produk turunnya seperti keju dan yogurt perlu dihindari saat seseorang mengonsumsi tablet tambah darah (TTD). Pasalnya obat tersebut dapat mengurangi penyerapan zat besi.

"Karena dapat mengurangi penyerapan zat besi. Obat-obatan seperti antasida pun sebaiknya juga dihindari," kata dr Dias pada Senin (2/1).

Baca juga: Dinkes Lamongan Temukan 96 Kasus DBD Sepanjang 2026, Tak Ada Korban Jiwa

Selain itu, makanan seperti telur, sereal, roti whole grain atau biji-bijian utuh, juga sebaiknya dihindari karena dapat berefek serupa dengan susu bila dikonsumsi berbarengan dengan tablet tambah darah. Dias mengatakan, untuk mengurangi efek mual TTD, seseorang dapat meminumnya bersamaan dengan makanan kecuali yang dapat mengurangi penyerapan zat besi seperti disebutkan atau sesudah makan. Sedangkan untuk menghindari konstipasi atau sembelit, dia menyarankan orang-orang memperbanyak minum air, tetap aktif berolahraga dan perbanyak asupan serat.

Baca juga: Komitmen Prioritaskan Keamanan Siswa, Pemkab Probolinggo Minta SPPG Perbaiki Distribusi MBG

Dias menyarankan, sebelum meminum TTD, seseorang sebaiknya melakukan pemeriksaan laboratorium terlebih dahulu untuk mengetahui apakan dia terkena anemia dan menentukan jenis anemia yang diderita. Pemeriksaan awal yang disarankan antara lain terkait hemoglobin, leukosit, trombsit, zat besi serum, feritin, total iron binding capacity, saturasi transferin, fungsi ginjal yakni ureum kreatinin, fungsi hati yaitu SGOT dan SGPT.

"Bila nanti terbukti anemia karena kekurangan zat besi, baru diperbolehkan untuk rutin mengonsumsi suplemen penambah darah dengan catatan harus dilakukan evaluasi berkala, paling tidak tiga bulan kemudian," kata dia.

Baca juga: Tekan Peningkatan Kasus Campak, Dinkes Tulungagung Gelar Program Imunisasi ‘Kejar’

Dias mengatakan, konsumsi TTD yang berlebihan dapat mengakibatkan keracunan yang ditandai gejala mual, muntah, diare atau konstipasi, nyeri perut, kerusakan hati atau sel otak serta jantung, yang dapat berakibat fatal karena akumulasi penumpukan zat besi di organ-organ tersebut.hlt/ssu

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru