Kursi Golkar Stagnan, PKB dan PDIP Saling Kejar

Kinerja Pemerintah Belum Optimal, Masyarakat Mulai Tinggalkan Partai Pengusung YES-BRO

surabayapagi.com
Direktur Riset PRC, Muhammad Firdaus saat menunjukkan hasil surveynya. FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYA PAGI, Lamongan - Banyak masyarakat Lamongan yang beranggapan kalau Partai Golkar sebagai pengusung Yuhronur Efendi - KH. Abd Rouf (YES-BRO) akan berjaya pada pileg 2024, karena efek punya bupati dan wakil bupati teryata tidak serta merta seperti itu. Hasil survey yang dirilis Political Research Center (PRC) Indonesia, Golkar justru mengalami stagnan, dan PKB masih terlalu tangguh untuk dikalahkan.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Riset PRC, Muhammad Firdaus saat merilis hasil survey yang dilakukannya, tepat jelang satu tahun pemilihan umum, dengan metode wawancara yang dilakukan pada 4-11 Februari 2023 lalu.

Disebutkan olehnya, jika pemilu dilaksanakan hari ini Partai Golongan Karya (Golkar) yang digadang-gadang bisa menjelma menjadi partai besar seperti Partai Demokrat, saat punya bupati almarhum H. Fadeli, nampaknya sulit sekali terjadi dimasa kepemimpinan bupati Yuhronur Efendi.

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan PRC tambah Firdaus, Partai Golkar elektabilitasnya masih diangka 13,9 %, masih dibawah PAN dengan 15,1 persen, dan terpaut jauh dengan PKB yang masih tertinggi elektabilitas diangka 27,8 persen. Lalu di peringkat kedua, disusul oleh PDI Perjuangan dengan angka elektabilitas 18,2 persen.

"Jadi kalau pileg hari ini digelar, partai Golkar perolehan kursinya masih sama seperti pileg 2019 lalu mendapatkan 6 kursi, sama yang didapat dengan partai PAN dan Demokrat juga masing-masing 6 kursi, sedangkan NasDem tetap 1 kursus," katanya.

Bedanya kata Firdaus, perolehan kursi PAN berkurang 1, dari yang sebelumnya 7 kursi menjadi 6 kursi. Sedangkan partai Demokrat berkurang 3 dari sebelumnya 9 kursi menjadi 6 kursi. "Jadi partai Golkar bertahan di 6 kursi alami stagnan, meski masyarakat semua tahu kalau bupati sekarang ini adalah representasi dari partai Golkar, meski pengusung YES-BRO pada pilbup 2020 lalu ada PAN, Demokrat, Gerindra, PPP dan Perindo," terangnya.

Dari partai pengusung YES-BRO kata Firdaus, hanya partai Gerindra dan Perindo yang kursi di DPRD nya tambah masing-masing satu kursi, dan lainnya turun, mulai ditinggalkan oleh konstituen nya. "Gerindra yang sebelumnya mendapatkan 4 kursi bertambah 1 jadi 5 kursi. Perindo sebelumnya 1 kursi tambah 1 menjadi 2 kursi. Sedangkan PPP dari sebelumnya 3 kursi menjadi 2 kursi," terangnya.

Namun kondisi ini berbalik dengan partai PKB, dan PDIP yang dalam pilbup 2020 sebagai penantang partai pengusung YES-BRO. Dimana partai PKB dengan elektabilitas diatas berpotensi mendapatkan tambahan 3 kursi, dari yang sebelumnya 10 kursi dapat 13 kursi. Sedangkan PDIP dari sebelumnya 8 kursi bertambah 1 kursi menjadi 9 kursi.

Pertanyaan kata Firdaus, kenapa partai pengusung YES-BRO di pilbup lalu mayoritas mengalami penurunan kursi, karena imbas dari kebijakan pembangunan yang belum secara merata bisa dirasakan oleh masyarakat Lamongan. 

Apalagi lanjutnya semua tahu, banjir saat ini menjadi momok, dan jalan-jalan yang dibangun di wilayah banjir justru membuat malapetaka bagi warga Bengawan Jero. Sebab jalannya lebih tinggi dari permukaan rumah, akhirnya air menggenangi rumah yang letaknya lebih rendah dari jalan mulus Lamongan (Jamula), karena tidak dibarengi dengan penataan drainase, dan pengerukan sungai dan embung yang masif.

"Belum lagi janji-janji saat kampanye lalu masih belum terpenuhi, ini yang menyebabkan semuanya terkena imbas, baik personalnya maupun partai pengusungnya," ungkapnya.

Faktor lain kata Firdaus, kenapa kursi partai Golkar sama sekali tidak naik, karena salah satunya bupati Yuhronur Efendi hingga saat ini masih memposisikan diri sebagai bapak nya semua partai, tidak masuk dalam struktur partai salah satunya partai Golkar.

Padahal keputusan seperti ini bisa jadi blunder bagi bupati, karena partai Golkar ini adalah partai potensial yang bisa memberikan rekom kembali kepada bupati saat mencalonkan untuk dua periode, dimana kebetulan di Golkar ada adiknya Ujik Silvian Efendi menjabat sebagai sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Lamongan.

"Idealnya kalau pak bupati kepingin mencalonkan lagi menjadi bupati pada 2024 mendatang, ya harus ikut membesarkan salah satu partai dan terjun di dalamnya dengan sekuat tenaga minimal bisa mendapatkan 10 kursi, satu tiket rekom sudah dikantongi," jelasnya.

Sekedar diketahui, survey PRC ini dilaksanakan melalui wawancara pada tanggal 4 sampai dengan 11 Februari 2023, dengan jumlah sampel 2.189 responden dan margin of error 2,8 persen, serta tingkat kepercayaan 95 persen.

Sebanyak 2.189 responden itu terdiri dari 1.318 laki-laki dan 871 perempuan. Dengan rentang usia responden 17 sampai 61 tahun, yang berasal dari seluruh desa/kelurahan, beberapa ormas se-Lamongan dan dari lintas pekerjaan.

Survey ini dilakukan oleh pewawancara yang terlatih, melalui tatap muka dengan kuesioner. Survey menggunakan metode multistage random sampling. Survey juga dilakukan dengan menyesuaikan nama Dapil dan alokasi kursi per dapil terbaru.jir

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru