Aktivis IJS Tutup Paksa Akses Tambang Galian C Kediri

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Kediri- Aktivis LSM Indonesian Justice Society (IJS) menutup paksa akses jalur keluar masuk galian C di lereng Gunung Kelud Kabupaten Kediri, Kamis (23/3/2023).

Aksi penutupan akses transportasi galian tambang pasir dan batu dikarenakan belum memiliki izin lengkap dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dalam aksi ini, aktivis melakukan penutupan terhadap akses jalan tambang yang berada di Desa Manggis, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.

Akses jalan yang ditutup oleh para aktivis ini menjadi jalur keluar masuknya kendaraan yang mengangkut hasil tambang dari 7 titik lokasi galian.

Dari tujuh lokasi galian C tersebut, lima diantaranya berada di wilayah Kabupaten Blitar. Sedang dua sisanya ada di wilayah Kabupaten Kediri.

Menurut Ketua DPD IJS Agung Setiawan, lima lokasi galian C di Blitar milik seorang pria berinisial NG. Sedangkan dua lokasi tambang di Kediri diduga milik oknum petugas.

"Apa sih dampak positif dari kegiatan tambang ilegal? Retribusi tidak ada, keadaan pasca penamambangan juga rusak. Jalan dari perbatasan Kediri - Blitar hingga Kota Kediri - Nganjuk hancur akibat kendaraan muatan tambang yang over tonase," seru Agung Setiawan yang juga koordinator aksi.

Data IJS menyebutkan, banyak izin tambang galian C kini ditangguhkan. Hal ini diketahui dari Surat Edaran Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur Nomor : 545/157/124.2/2023 atas pelaku usaha yang belum memenuhi kewajiban Rkab dan pembenahan persyaratan Badan Usaha Pelaku Tambang.

Sedikitnya ada 225 perusahaan tambang dalam bentuk CV dan PT di Jawa Timur. Sebanyak 153 izin perorangan yang izin kegiatan produksi tambang ditangguhkan.

Aktivis IJS sepakat untuk menutup akses jalan keluar masuknya tambang hingga perusahaan tersebut taat terhadap peraturan dengan melengkapi izin maupun memenuhi kewajiban retribusi.

Sayangnya, aksi ini kurang mendapat dukungan dari pihak aparat keamanan. Terbukti, surat permohonan izin aksi dari kepolisian 'mentah' dengan alasan agar saling menjaga kondusifitas wilayah hukum.

"Jika tidak mendukung aksi kita, ya kita tutup kegiatan tambang mereka," tutup Agung. Can

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru