Kembalinya Kaji Ghofur Nahkodai PKB, Bukti Kaderisasi Setengah Hati

author Muhajirin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pengurus DPC PKB saat mengikuti Zoom Meeting penetapan H. Abdul Ghofur sebagai ketua DPC PKB Lamongan Periode 2026-2031 oleh DPP PKB.
FOTO:SP/MUHAJIRIN
Pengurus DPC PKB saat mengikuti Zoom Meeting penetapan H. Abdul Ghofur sebagai ketua DPC PKB Lamongan Periode 2026-2031 oleh DPP PKB. FOTO:SP/MUHAJIRIN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Kembalinya H. Abdul Ghofur nahkodai DPC PKB Lamongan Periode 2026-2031, menjadi salah satu bukti selama ini kaderisasi di internal partai berlogo bola dunia dan sembilan bintang ini terkesan setengah hati.

Hal itu disampaikan oleh M. Ali salah satu kader dan aktivis muda PKB Lamongan yang dihubungi surabayapagi.com, pada Jum'at (12/6/2026) disela-sela menjalankan berbagai agenda kegiatan.

Disebutkan olehnya, keberhasilan partai tidak hanya ditentukan oleh figur pemimpin, namun juga kemampuan membangun sistem kaderisasi yang kuat. “PKB ke depan membutuhkan ruang yang luas bagi kader muda, santri, perempuan, dan seluruh kelompok masyarakat untuk ikut mengambil peran. Kepemimpinan Kaji Ghofur diharapkan mampu menjadi rumah besar bagi semua kader,” ujarnya Jum'at (12/6/2026).

Menurutnya, regenerasi menjadi kunci agar PKB Lamongan terus berkembang dan mampu menjawab tantangan politik ke depan. “Kita berharap muncul banyak kader baru yang memiliki kapasitas, integritas, serta kedekatan dengan masyarakat. Jangan sampai kaderisasi hanya berjalan di tingkat tertentu saja,” tambah pria yang juga anggota tim Kajian Kebijakan dan Hukum IKA UINSA Lamongan.

Sebagian pihak juga berharap DPP PKB melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan di daerah, terutama setelah kekalahan yang dialami dalam kontestasi Pilkada Lamongan beberapa waktu lalu. 

"Dalam pandangan mereka, hasil pilkada seharusnya menjadi salah satu indikator untuk menilai efektivitas strategi politik, konsolidasi organisasi, dan kemampuan partai dalam menjaga kepercayaan publik," bebernya.

Selain persoalan hasil pilkada kata dia, kritik lain yang berkembang di tengah masyarakat adalah munculnya kesan bahwa PKB Lamongan terlalu lama berada dalam pengaruh satu keluarga besar, yakni Bani Abbas, terkesan tidak memberikan ruang luas kepada kader dan elemen partai serta masyarakat lainnya. 

Sebelum H. Abdul Ghofur memimpin selama tiga periode, jabatan Ketua DPC PKB Lamongan juga pernah dipegang oleh kakaknya, H. Makin Abbas, selama tiga periode. Situasi ini memunculkan pertanyaan tentang regenerasi kepemimpinan dan kesempatan bagi kader-kader lain untuk tampil memimpin partai.

Meski demikian tambah dia, keputusan DPP PKB tentu memiliki pertimbangan tersendiri. Pengalaman panjang, kemampuan menjaga soliditas partai, serta jaringan politik yang telah terbangun selama bertahun-tahun, kemungkinan menjadi faktor yang dipertimbangkan dalam mempertahankan Kaji Ghopur sebagai nakhoda DPC PKB Lamongan.

Di sisi lain, masyarakat dan kader juga berharap periode ketiga ini menjadi momentum pembuktian bahwa kepemimpinan yang berkelanjutan tidak identik dengan stagnasi. Justru sebaliknya, kepemimpinan yang telah matang seharusnya mampu melahirkan kader-kader baru, membuka ruang partisipasi yang lebih luas, dan menyiapkan estafet kepemimpinan untuk masa depan partai.

Sementara itu, Abdul Ghofur usai mendapat mandat kembali menyatakan akan melakukan konsolidasi internal, dan menyusun kepengurusan baru untuk memperkuat kerja organisasi serta pelayanan kepada masyarakat.

Ia menegaskan semangat kebersamaan dan pengabdian kepada masyarakat menjadi landasan dalam menjalankan amanah partai. Dengan kepengurusan baru ini, kader berharap PKB Lamongan semakin solid, terbuka, dan mampu mencetak pemimpin-pemimpin baru yang membawa manfaat bagi masyarakat.jir

Berita Terbaru

Diduga Peras Pengusaha, Admin Medsos Ponorogo Jadi Tersangka

Diduga Peras Pengusaha, Admin Medsos Ponorogo Jadi Tersangka

Selasa, 03 Nov 2026 18:45 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 18:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo– Seorang admin media sosial di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berinisial NR ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan ancaman …

Untuk Hasil Yang Lebih Maksimal, Petani dan Pembudidaya Konvensional di Lamongan Beralih ke AIoT

Untuk Hasil Yang Lebih Maksimal, Petani dan Pembudidaya Konvensional di Lamongan Beralih ke AIoT

Selasa, 03 Nov 2026 18:43 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 18:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Untuk mencapai hasil yang maksimal di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan secara menyeluruh berhasil, diperlukan inovasi…

Tanjung Perak Jadi Pilot Project Zero ODOL, Pemerintah Perketat Pengawasan Kendaraan dan Muatan Kapal

Tanjung Perak Jadi Pilot Project Zero ODOL, Pemerintah Perketat Pengawasan Kendaraan dan Muatan Kapal

Selasa, 03 Nov 2026 15:45 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 15:45 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah mulai memperketat pengawasan kendaraan dan barang yang diangkut melalui jalur laut. Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, d…

Muncul Bintik Hitam pada Susu Bubuk Anak, Orang Tua Perlu Tahu Penyebab dan Cara Menyikapinya

Muncul Bintik Hitam pada Susu Bubuk Anak, Orang Tua Perlu Tahu Penyebab dan Cara Menyikapinya

Selasa, 03 Nov 2026 15:12 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 15:12 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Menemukan bintik kecil berwarna cokelat atau kehitaman pada susu bubuk anak bisa membuat orang tua khawatir. Apalagi, produk tersebut d…

Misa Arwah Grand Heaven Surabaya Dihadiri Ratusan Umat, Toleransi Lintas Agama Menguat

Misa Arwah Grand Heaven Surabaya Dihadiri Ratusan Umat, Toleransi Lintas Agama Menguat

Selasa, 03 Nov 2026 15:09 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 15:09 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Ratusan umat Katolik memadati Rumah Duka Grand Heaven Surabaya untuk mengikuti Misa Arwah dalam rangka memperingati Hari Arwah S…

Pemkot Mojokerto Gencarkan Edukasi Kesehatan, Ning Ita Tekankan Pencegahan Kematian Bayi dan Ibu Hamil

Pemkot Mojokerto Gencarkan Edukasi Kesehatan, Ning Ita Tekankan Pencegahan Kematian Bayi dan Ibu Hamil

Selasa, 03 Nov 2026 15:07 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 15:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Menyadari pentingnya menekan angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB) secara berkelanjutan, Pemerintah Kota Mojokerto terus…