SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Kabar kelangkaan elpiji 3 kilogram di sejumlah daerah langsung di atensi Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari.
Seperti biasa, Petinggi Pemkot ini gerak cepat (gercep) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah agen dan pangkalan elpiji guna memastikan stok aman.
Diantaranya, sidak di pangakalan elpiji Pasar Tanjung Anyar serta agen elpiji di Jalan Empunala, Kelurahan Balongsari dan agen elpiji Lingkungan Bancang Kelurahan Wates. Hasilnya, Ning Ita berani memastikan stok aman.
"Stok masih aman, masyarakat gak usah panic buying. Masih banyak di pangkalan-pangkalan serta agen jumlahnya tersedia. Apalagi sudah ada jargas dimana 30 persen dari rumah tangga kita sudah memakainya, jadi insyaallah kami optimis Kota Mojokerto aman," ujar Ning Ita sapaan akran Wali Kota Mojokerto.
Pucuk pimpinan Pemkot Mojokerto mengatakan, dari hasil pengecekan, hanya pangkalan pasar tanjung anyar saja yang mengaku stoknya berkurang. Sedangkan pasokan untuk agen tetap stabil dan lancar.
"Yang pangkalan tadi memang mengaku kirimannya dikurangi oleh agen, dari yang biasanya dikirim 200 tabung dua hari sekali. Kini hanya dikirimi 100 tabung itupun tiga atau empat hari sekali," terangnya.
Untuk itu, lanjut Ning Ita pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak pertamina terkait kondisi pangkalan yang terjadi penurunan pasokan.
"Ini adalah upaya kita supaya pendistribusiannya kembali normal seperti sediakala. Dan masyarakat tetap bisa mendapatkan elpiji tersebut dengan mudah," pungkasnya.
Sementara itu, Vega, Admin Agen Gas Elpiji PT. Indomakmur Gas Dua Kota Mojokerto menjelaskan jika pasokan elpijinya lancar, tiap hari selalu ada kiriman.
Hanya saja, ada aturan pembatasan dari pemerintah terkait penjualannya tidak boleh melebihi 3 ribu tabung perbulan. "Ini yang menyebabkan warga khawatir dan akhirnya panic buying memborong gas elpiji untuk jaga-jaga di rumah masing-masing," ujarnya.
Vega menambahkan, tahun ini juga ada imbauan dari pemerintah untuk memberlakukan subsidi tepat sasaran. Jadi hanya masyarakat kategori tak mampu saja yang boleh membeli elpiji 3 kilogram itu.
"Syaratnya harus menunjukkan KTP, kalau identitasnya terdaftar sebagai kategori layak mendapat subsidi baru kita layani. Kalau belum, kita arahkan untuk daftar terlebih dahulu ke pangkalan-pangkalan resmi," ungkapnya. Dwi
Editor : Redaksi