ANALISIS BERITA

Posisi Partai Golkar Bahaya

surabayapagi.com
Pengamat Politik Universitas Al Azhar Ujang Komarudin

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saya menilai, pemanggilan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto oleh Kejagung sebagai saksi di kasus perizinan ekpor CPO atau minyak goreng, bisa berimplikasi serius pada posisinya sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Hal ini bergantung pada peran Airlangga dalam kasus hukum tersebut.

Saya melihat implikasi yang sangat serius kalau Airlangga, terkena kasus hukum di Kejaksaan Agung. Ini akan berimplikasi kemungkinan besar akan ada Munaslub di Golkar.

Baca juga: Golkar Gresik Optimistis Raih 9 Kursi DPRD pada Pemilu 2029

Apalagi, pemeriksaan Airlangga ini juga bersamaan dengan dinamika di internal Partai Golkar yang menginginkan adanya Munaslub.

Ini bisa membuat Partai Golkar dalam posisi bahaya.

Ditambah ada pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, yang mengaku siap menjadi Ketua Umum Golkar, menggantikan Airlangga.

Baca juga: Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Saya memprediksi isu Munaslub ini juga bisa jadi terkait dengan persoalan Airlangga tersebut.

Kita tahu bahwa di politik, itu orang akan jatuh atau bisa digulingkan ketika dia tersandung kasus hukum.

Baca juga: Reses di Sidoarjo, Adam Rusydi Serap Aspirasi Soal Banjir hingga Pendidikan

Jadi ini berbarengan, paralel antara persoalan di internal Golkar yang menginginkan Munaslub kader kadernya, lalu di saat yang sama ada persoalan hukum atau pemeriksaan Airlangga sebagai saksi.

Kalau saya pelajari, persoalan ini merugikan Airlangga dan merugikan Partai Golkar. Tetapi itulah dinamika 5 tahunan Partai Golkar setiap akan Pilpres, setiap akan Pemilu selalu terjadi gejolak di internal Golkar. n rmc

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru