SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Maraknya perselingkuhan Aparatur Sipil Negeri (ASN) dilingkungan pemerintahan Sumenep, menjadi sorotan Publik, dari persoalan yang menyita perhatian itu Bupati didesak warga untuk bisa mengungkap fakta dugaan perselingkuhan itu ke Media Sosial baik cetak maupun online.
Tujuannya jelas, biar pelaku meminta maaf dan menyadari bahwa apa yang dikerjakan itu adalah aib, dan aib itu tidak terpuji yang mengundang moderat pada pelaku maupun korban. Kata, Abdullah Affas, warga asal Desa Kapedi Sumenep.
Affas panggilan akrabnya, mengaku, kesadaran memang seringkali datang terlambat, makanya pelaku maupun korban itu harus diberikan sanksi berat, kalau bisa sampai kepada pencopotan ASN, agar mereka menyadari bahwa perbuatannya melanggar hukum, baik secara institusi maupun agama.
"Bupati diminta untuk ambil langkah bijak, dan menegakkan hukum seadil-adilnya, sebab dengan penegakan hukum marwah Bupati di Masyarakat semakin bernilai"
Apalagi, sambungnya, saat ini kepemimpinan Bupati berada diujung tanduk, makanya desakan para aktifis di sumenep harus dipertimbangkan sebagai bahan dasar untuk mendapatkan simpati masyarakat dalam penegakan hukum di Sumenep.
Sementara Abd. Hamid menyoal wajah baru dalam kepemimpinan Bupati Sumenep, H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH.
Menurutnya, banyaknya persoalan dalam kepemimpinan Bupati sumenep, menjadi tantangan baru untuk segera diselesaikan, makanya dalam hal penanganan Kasus Perselingkuhan ASN di pemerintahannya harus segera dibersihkan agar tidak terciderai secara massal di mata hukum kemasyarakatan.
"Perselingkuhan itu aib, apapun bentuk penyelewengan itu hanya akan melahirkan aib. Sementara aib di mata masyarakat itu sebuah kutukan yang diberikan terhadap pelaku kejahatan yang terlihat atau sedang dibicarakan"
Memang sambungnya, semua berangkat dari dugaan, namun Bupati harus peka mengkaji persoalan dugaan yang mengarah kepada tindakan dan perbuatan nyata. " kasus korupsi dan perselingkuhan adalah sama-sama tindakan kriminal" pungkasnya
Sementara Fajar, meminta Bupati Sumenep untuk menekan pelaku kejahatan bisa bersuara sesuai dengan dugaan yang diberitakan di salah satu media online dan cetak.
"Kalau korban sudah diketahui, berarti publik menunggu siapa pelaku dari korban tersebut, ini tantangan baru kepada Bupati Sumenep untuk memberikan sanksi terhadap korban untuk mengungkap siapa pelaku kejahatan tersebut"
Jika pelaku kejahatan terungkap, kemungkinan terbesar desakan para aktivis tidaklah menggebu-gebu, makanya aktivis menawarkan solusi kepada Pemerintah Daerah Sumenep, untuk menekan korban dengan sanksi berat sampai kepada pencopotan ASN.
"Tekan korban lewat sangsi berat, copot jabatan ASNnya, baru ia mengaku siapa yang bermain di balik layar tersebut, sebab, ia tidak akan rela jika hanya sendiri menanggung resiko besar" pungkasnya. AR
Editor : Moch Ilham