SURABAYAPAGI.com, Tangerang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang gencar menyiapkan strategi tertentu agar masyarakat tidak begitu terdampak dari inflasi atau kenaikan harga pangan yang melonjak, ditambah musim kemarau yang berkepanjangan kali ini.
Pasalnya, faktor musim kemarau pada beberapa bulan terakhir ini turut mempengaruhi hasil produksi pertanian, hingga berdampak pada kenaikan sejumlah komoditas bahan pangan.
Oleh karenanya, langkah yang akan dilakukan pemerintah dalam pengendalian harga itu adalah dengan memastikan barang tetap tersedia di pasaran dan mudah dibeli atau didapatkan.
"Iya, kita harus meninjau pasar, seperti yang diperintahkan pak presiden. Kita harus cek setiap hari dan kita akan melihat sejumlah harga yang mengalami kenaikan," jelas Penjabat (Pj) Bupati Tangerang Andi Ony Prihartono, Minggu (15/10/2023).
Menurutnya, melalui upaya intervensi pasar dan penyaluran beras cadangan daerah ke sejumlah wilayah rawan pangan itu dinilai bakal menjaga kestabilan harga pangan di daerahnya tersebut.
"Dan upaya itu, kita akan fokuskan untuk menjaga kestabilan harga khususnya pada komoditas gula, beras, dan tepung," ujarnya.
Kini dengan gencar melakukan operasi pasar tersebut, pihaknya dapat mengendalikan harga komoditas itu agar tidak mengalami kenaikan, yaitu dengan mengintensifkan operasi pasar murah.
"Yang ada di pasar ketersediaannya masih ada, bahkan di Bulog masih tersedia. Dalam beberapa waktu dekat ini kita juga akan segera membagikan beras murah bagi masyarakat," ungkap Andi.
Namun, sejauh ini untuk di daerah Kabupaten Tangerang kondisi laju inflasi berada di bawah angka nasional yaitu dari 2,8 persen menjadi 1,98 persen.
"Alhamdulillah di kita tidak ada kenaikan inflasi di bawah rata-rata nasional yaitu sebesar 1,98 persen dari nasional 2,8 persen," kata Andi.
Sementara, siasati harga beras yang melambung tinggi, sebanyak 15 ton beras premium dibagikan kepada 3.200 warga di wilayah Kabupaten Tangerang.
Tidak hanya beras, kebutuhan pokok lain seperti tepung terigu dan gula, juga ikut dibagikan kepada ribuan warga tersebut. Seluruh sembako yang diberikan harganya masih diatas Rp 100 ribu, namun dijual kepada warga senilai Rp 49 ribu.
"Penjualan paket beras premium dengan harga terjangkau kepada masyarakat di sekitar ini kami sesuaikan untuk mendukung program pemerintah menjaga tingkat harga kebutuhan pokok, agar tingkat inflasi dapat terkendali," ungkap Presiden Direktur PT Lippo Karawaci, Tbk Ketut Budi Wijaya. tgr-01/dsy
Editor : Desy Ayu