Hari Jadi ke-733, Bupati Mojokerto Dorong Pembangunan Lebih Merata dan Berdampak bagi Masyarakat

author Dwi Agus Susanti

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto saat menghadiri momen Peringatan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-733. SP/ DWI
Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto saat menghadiri momen Peringatan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-733. SP/ DWI

i

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Peringatan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-733 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto untuk memperkuat arah pembangunan yang lebih merata, efektif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa saat memimpin Upacara Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-733 Tahun 2026, Sabtu (9/5) pagi, di halaman Pendapa Graha Maja Tama (GMT), Pemkab Mojokerto.

Mengusung tema 'Mojokerto Berdaya, Rakyat Sejahtera, Pembangunan Merata,' peringatan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto tahun ini menjadi pengingat bahwa pembangunan harus mampu dirasakan seluruh masyarakat hingga ke pelosok wilayah.

Upacara berlangsung khidmat sekaligus semarak dengan dihadiri Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian, para mantan Bupati Mojokerto, di antaranya Achmady, Akh. Jazuli, dan Pungkasiadi, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, camat, kepala desa, hingga tokoh masyarakat.

Nuansa budaya Majapahit turut mewarnai jalannya peringatan hari jadi. Para tamu undangan disambut penampilan musik kolosal keroncong, Tari Banjaran Majapahit, serta parade hasil bumi dan peternakan unggulan Kabupaten Mojokerto. Kehadiran replika kapal tempo dulu juga semakin memperkuat atmosfer budaya dalam rangkaian acara tersebut.

Pada kesempatan itu, Bupati yang akrab disapa Gus Barra juga menyerahkan piagam penghargaan kepada kepala desa berprestasi yang berhasil menuntaskan pembayaran pajak daerah, serta penghargaan bagi siswa-siswi berprestasi dalam rangkaian lomba Hari Jadi Kabupaten Mojokerto.

Dalam sambutannya, Gus Barra menegaskan, di tengah dinamika global yang masih memengaruhi berbagai sektor kehidupan, pemerintah daerah dituntut bekerja lebih cermat, efisien, dan tepat sasaran dalam menjalankan pembangunan.

"Efisiensi bukan berarti mengurangi semangat berkarya, melainkan memastikan bahwa setiap sumber daya yang kita miliki dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto," tegasnya.

Gus Barra menjelaskan, Hari Jadi Kabupaten Mojokerto tidak lepas dari sejarah panjang perjuangan Raden Wijaya melawan pasukan Tar-Tar pada 9 Mei 1293. Momentum kemenangan diplomatik dan militer tersebut kemudian menjadi tonggak penting lahirnya Majapahit dan ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Mojokerto.

Menurutnya, perjalanan panjang selama 733 tahun telah membawa banyak perubahan dan kemajuan bagi Kabupaten Mojokerto, termasuk di bidang sosial dan ekonomi. "Hal yang patut kita syukuri bersama, bahwa perkembangan pembangunan di Kabupaten Mojokerto dari waktu ke waktu terus mengalami kemajuan,"  ujarnya.

Sejumlah indikator makro daerah tahun 2025 pun menunjukkan capaian positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Mojokerto tercatat sebesar 77,46 persen, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,56 persen, sedangkan tingkat pengangguran terbuka berada di angka 3,49 persen. Seluruh capaian tersebut berada di atas rata-rata nasional maupun Provinsi Jawa Timur.

Selain itu, angka kemiskinan Kabupaten Mojokerto tercatat sebesar 8,79 persen dengan indeks gini 0,315. Sementara angka harapan hidup masyarakat mencapai 75,28 tahun.

Di bidang fiskal, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mojokerto pada Perubahan APBD 2025 meningkat menjadi Rp851,7 miliar. Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga optimistis PAD tahun 2026 kembali meningkat hingga Rp881,7 miliar.

Untuk mendukung percepatan pembangunan, Pemkab Mojokerto telah menyiapkan sembilan proyek strategis pada tahun anggaran 2026. Di antaranya peningkatan Bendung Wonokerto Tahap II, rekonstruksi Jalan Pekukuhan–Ngoro, pelebaran sejumlah ruas jalan strategis, pembangunan Jembatan Sumberkembar IV, hingga rehabilitasi fasilitas kesehatan dan olahraga.

Menurut Gus Barra, keberhasilan pembangunan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat. "Diperlukan kerja sama yang harmonis dan sinergitas antara legislatif dan eksekutif, serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan,"  katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Bupati juga menyampaikan berbagai penghargaan yang berhasil diraih Kabupaten Mojokerto selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Mojokerto. Salah satunya mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-11 kali berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).Selain itu, Kabupaten Mojokerto juga meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak kategori Nindya, Innovation Government Award (IGA) kategori Kabupaten Sangat Inovatif, Kabupaten Sehat kategori Padapa, hingga UHC Award kategori Pratama.

Menutup sambutannya, Gus Barra mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga rasa persatuan dan kecintaan terhadap daerah sebagai modal utama pembangunan. "Kita tularkan rasa cinta itu kepada anak-anak kita dan masyarakat kita. Refleksikan cinta tersebut dengan kerja nyata kita untuk Kabupaten Mojokerto," pungkasnya. dwi

Berita Terbaru

Lomba Karapan Sapi Jelang HUT ke-25 Demokrat, AHY Jaga Kekayaan Budaya Nusantara

Lomba Karapan Sapi Jelang HUT ke-25 Demokrat, AHY Jaga Kekayaan Budaya Nusantara

Minggu, 02 Agu 2026 19:02 WIB

Minggu, 02 Agu 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAGI.COM, BANGKALAN – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membuka Lomba Karapan Sapi Piala AHY di Stadion Karapan Sapi Bangkalan, …

Jangan Biarkan Jawa Timur Terus Dicap sebagai Sarang Peredaran Narkotika

Jangan Biarkan Jawa Timur Terus Dicap sebagai Sarang Peredaran Narkotika

Minggu, 02 Agu 2026 18:43 WIB

Minggu, 02 Agu 2026 18:43 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim berharap provinsi ini tidak boleh terus dicap sebagai wilayah rawan peredaran narkotika,…

Menteri PPN Tinjau Kawasan Industri Pantura

Menteri PPN Tinjau Kawasan Industri Pantura

Minggu, 02 Agu 2026 17:42 WIB

Minggu, 02 Agu 2026 17:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Industri yang terus tumbuh di Kawasan Pantai Utara (Pantura) Lamongan, dan perputaran ekonomi yang terus melesat, membuat…

DPD Matra Lamongan Dikukuhkan, Bupati Ajak Memperkuat SDM Melalui Kelestarian Budaya

DPD Matra Lamongan Dikukuhkan, Bupati Ajak Memperkuat SDM Melalui Kelestarian Budaya

Minggu, 02 Agu 2026 17:40 WIB

Minggu, 02 Agu 2026 17:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) MATRA Kabupaten Lamongan Masa Bakti 2026–2031 dikukuhkan oleh Dewan Pengurus Wilayah M…

Pengelolaan Mangrove Lamongan Tuai Apresiasi Tingkat Jatim

Pengelolaan Mangrove Lamongan Tuai Apresiasi Tingkat Jatim

Minggu, 02 Agu 2026 17:01 WIB

Minggu, 02 Agu 2026 17:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Pengelolaan mangrove dalam rangka menjaga kelestarian ekosistem pesisir oleh Pemkab Lamongan, kembali mendapat apresiasi di…

Beri Kenyamanan Akses Warga, Pemdes Klantingsari Bangun Jalan Paving

Beri Kenyamanan Akses Warga, Pemdes Klantingsari Bangun Jalan Paving

Minggu, 02 Agu 2026 15:24 WIB

Minggu, 02 Agu 2026 15:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Memberi pelayanan prima bagi masyarakat terus dimaksimalkan Pemerintahan Desa (Pemdes) Klantingsari, Kecamatan Tarik. Salah s…