Diserang Hama Tikus, Petani di Lumajang Meringis: Jagung - Cabai Rusak Terancam Gagal Panen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Salah seorang petani di Lumajang menunjukkan jagung miliknya rusak dan terancam gagal panen akibat serangan hama tikus. SP/ LMJ
Salah seorang petani di Lumajang menunjukkan jagung miliknya rusak dan terancam gagal panen akibat serangan hama tikus. SP/ LMJ

i

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Serangan hama tikus di kawasan Lumajang, Jawa Timur mengakibatkan sejumlah petani meringis. Pasalnya, imbas hama tikus tersebut, sejumlah tanaman seperti jagung, padi, tomat, hingga cabai besar rusak akibat serangan hama tersebut. Bahkan, beberapa petani mengeluhkan ancaman gagal panen karena tanaman yang sebelumnya tumbuh baik, kini rusak parah dimakan tikus.

Salah satunya dialami Darmawan, petani asal Desa Kedungrejo. di lahan seluas 1.000 meter persegi miliknya, seluruh tanaman jagung habis diserang tikus. Padahal, biaya untuk benih, pupuk, hingga tenaga kerja sudah terlanjur dikeluarkan. Padahal, tanaman jagung miliknya sudah memasuki masa panen, namun kini rusak hingga hanya menyisakan bonggol.

"Jagungnya dimakan tikus. Luasnya seribu meter. Jagungnya gagal panen. Benihnya mahal, petani merugi," kata Darmawan, Minggu (10/05/2026).

Lebih lanjut, menurut para petani, serangan hama tikus tidak hanya menyerang tanaman jagung. Komoditas lain seperti padi, tomat, dan cabai besar juga ikut terdampak dengan total luas lahan yang terserang mencapai sekitar 3 hektare. "Serangan hama tikus di sini merata semua tanaman jagung, cabai besar, padi," ujar petani lainnya, Rosyid.

Sehingga, untuk mengantisipasi serangan hama tikus yang semakin meluas, petani memasang pagar plastik di tepi sawah agar tikus tidak masuk ke area tanaman. Sementara untuk tanaman jagung, petani membungkus tongkol jagung menggunakan plastik agar tidak dimakan hama tikus. lj-01/dsy

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…