SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek pembangunan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) dan proyek Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Kota Mojokerto, Rabu (25/10/2023).
Kunjungan petinggi pemkot bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Mojokerto tersebut untuk memastikan proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) ini berjalan sesuai jadwal.
"Untuk proyek PLUT di Kelurahan Blooto Kecamatan Prajurit Kulon sudah on progres tidak ada minus pengerjaan. Tapi yang proyek sentra IKM di Lingkungan Kedungsari, Kelurahan Gunung Gedangan masih minus 2,5 persen dari seharusnya 40 persen," terang Ning Ita ditemui usai sidak
Ia menyebut, minus pengerjaan proyek IKM ini dikarenakan start pengerjaan proyek senilai Rp 4.450 miliar tersebut sudah telat sejak awal.
"Start sudah telat seminggu lantaran menunggu kedatangan alat berat untuk pemasangan beton pancang sehingga berimbas hingga hari ini," ujarnya.
Meski demikian, Ning ita optimis, pihak kontraktor bisa mengejar ketertinggalan lantaran minus pengerjaannya tidak terlalu besar.
"Minus itu kan hitungan hari minggu kemarin, hari ini seharusnya sudah plus. Dan minggu depan progresnya 47 persen," terangnya.
Sementara itu, Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya mengaku optimis dua proyek APBN tersebut bisa selesai sesuai jadwal. Bahkan pihaknya berani memastikan bulan Desember nanti, dua proyek strategis Kota Mojokerto ini bisa di launching.
"Desember akan diresmikan Bu Walikota dan Pak Menteri," ungkapnya.
Masih kata Ani, sentra industri IKM ini nantinya akan dijadikan sebagai tempat pemasaran, rumah produksi juga wisata edukasi serta budaya. Selain itu, gedung sentra IKM batik tersebut juga memiliki tempat mengolah IPAL dari produksi batik.
"Kalau gedung PLUT dibangun untuk memberikan berbagai layanan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)," ujarnya.
Selian itu, PLUT juga menyediakan layanan pendampingan usaha yang inklusif dan pemberdayaan lainnya kepada koperasi, UMKM, serta para wirausaha secara komprehensif dan terpadu.
"Akan ada pendampingan usaha, pelatihan, pengembangan keterampilan, akses ke modal usaha, konsultasi bisnis, pemasaran produk, serta informasi dan pengetahuan terkait dunia usaha," pungkasnya. Dwi
Editor : Redaksi