Pemerintah Siapkan 19 Gudang Bulog di IKN, Jamin Stok Pangan Aman

surabayapagi.com
Pembangunan infrastruktur istana negara di Ibu Kota Nusantara sudah mulai terlihat hasilnya. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) diperkirakan rampung pada tahun 2024 mendatang. Pembangunan infrastruktur hingga sarana dan prasarana terus dikebut pemerintah, 

Pemerintah juga sudah memiliki 19 gudang Bulog yang bisa menampung 60.000 ton bahan pangan untuk masyarakat yang tinggal di IKN Nusantara. Hal tersebut dilatarbelakangi, akan adanya kepindahan ribuan Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) beserta TNI dan Polri dan penduduk sekitar.

"Hari ini, kita punya 19 Unit Gudang Bulog dengan kapasitas total 60.000 ton yang berada di sekitar IKN dan siap menunjang kebutuhan pangan daerah," kata Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Sarwo Edhy, Senin (27/11/2023).

Upaya pemerintah menyiapkan 19 gudang Bulog di IKN tersebut lantaran kepindahan penduduk ke IKN Nusantara di wilayah Provinsi Kalimantan Timur tentu meningkat. Sehingga kebutuhan pangan juga harus diperhitungkan dengan baik di ibu kota baru tersebut.

"Jika memang masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan, maka tentunya kita upayakan meningkatkan stok dan infrastruktur yang bisa menunjang ketahanan pangan," kata Sarwo. 

Sebagian besar kebutuhan pangan di Kalimantan Timur akan dipasok dari beberapa daerah lain seperti Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur. Tentunya hal ini perlu menjadi perhatian bersama dengan meningkatkan sinergi dan kolaborasi.

Menurut data BPS, total produksi beras Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2023 diperkirakan sekitar 125,23 ribu ton. Mengalami penurunan 14 ribu ton (10,08 persen) dibandingkan produksi beras pada tahun 2022.

"Tentunya kita semua terus berharap ke depan, produksi bisa ditingkatkan agar ketahanan pangan, baik di daerah maupun nasional semakin kuat," kata Sarwo.

Di sisi lain, Badan Pangan Nasional memohon agar alih fungsi lahan dapat ditekan sehingga lahan sawah dan lahan perkebunan tetap abadi untuk ketahanan pangan nasional. jk-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Jumat, 06 Mar 2026 18:38 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:28 WIB
Senin, 09 Mar 2026 20:36 WIB
Berita Terbaru