Terkena Lemparan Kayu Temannya, Siswa SD di Jombang Terancam Buta, Orang Tua Sayangkan Sikap Sekolah

Reporter : Syaiful Arif Koresponden Jombang
Orang tua pelajar SD yang bola matanya dinyatakan buta permanen.

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Belum genap lima bulan peristiwa siswa kelas 1 sekolah dasar (SD) terluka di bagian kepala, setelah dilempar balok kayu oleh teman sekelasnya. Kini mencuat kembali kasus serupa, HN seorang pelajar sekolah dasar (SD) Plus Darul Ulum Jombang terancam mengalami kebutaan permanen pada bagian mata sebelah kanan setelah terkena lemparan kayu teman kelasnya sendiri. 

Peristiwa nahas yang menimpa pelajar berusia 10 tahun itu terjadi pada 09 Januari 2024 di lingkungan sekolah sekira pukul 11.00 WIB ketika menunggu pergantian jam pelajaran. 

Baca juga: Serangan Kasus Hama Kresek Naik di Awal Musim Tanam, Petani di Jombang Ketar-ketir

Menurut orang tua korban, Erna Widyawati (43), pada waktu menunggu pergantian jam pelajaran diniyah, tenaga pengajar yang harusnya mengisi belum berada di kelas. 

"Saat itu anak-anak bermain dalam kelas. Dan anak saya sedang mengintip temannya bermain kartu. Dan ada beberapa teman anaknya, bermain bola plastik dengan dipukul menggunakan kayu atau gagang sapu," katanya, Jumat (16/2/2024). 

Namun, saat dipukulkan ke lantai oleh temannya gagang sapu tersebut patah dan patahan itu mengenai mata bagian kanan korban. 

Usai terkena patahan kayu itu, sambung Erna, HD terjatuh langsung dibopong sesama temannya ke UKS dari lantai dua ke lantai satu. Yang letaknya tak jauh dari ruang kepala sekolah.

"Anak saya di UKS, dan temannya laporan ke guru, akhirnya disamperin sama gurunya, terus diberi betadin, karena lukanya memang sedikit kecil dibawah kelopak mata, sama dikasih minyak kayu putih terus disuruh tidur sama gurunya," tutur Erna. 

Orang tua korban menyayangkan sikap pihak sekolah tidak memberikan informasi pada wali murid, tentang peristiwa yang dialami anaknya. 

Baca juga: Harga Kedelai Naik di Jombang, Pengelola Bisnis Tahu: Biasa Aja, Tidak Berdampak

"Jam 11, sampai setengah satu, pulang sekolah, tidak ada konfirmasi dari pihak sekolah kalau anak saya, di UKS. Anak saya lagi sakit itu gak ada konfirmasi dari sekolah," kata Erna menambahkan. 

Dan pada saat jam pulang sekolah, ia mendapat kabar dari temannya yang biasa dimintai tolong untuk menjemput HD, bahwa HD sakit dan dirawat di UKS sekolah.

"Saat itu bukan saya sendiri yang jemput. Saya minta tolong teman karena saya sedang ada kesibukan. Saya kira demam karena dia sebelum sekolah memang sambat tidak enak badan, tidak tahunya malah kecelakaan. Gitu kok gak disampaikan ke saya sejak awal," ujarnya.

Mengetahui kondisi mata anaknya yang bengkak, HD langsung dilarikan ke RSUD Jombang. Sempat rawat inap empat hari, tapi tak kunjung dapat solusi.

Baca juga: Mitos Situs Sendang Made Jombang, Perpaduan Wisata Sejarah dan Legenda yang Kuat

"Selanjutnya saya bawa berobat ke RS Mata Undaan, Surabaya, semoga anak saya bisa sembuh. Itu saya sendiri yang mengobatkan anak saya, pakai uang saya sendiri," tuturnya.

Ia mengatakan saat ini, HD sudah menjalani satu kali operasi, untuk memperbaiki glaukomanya. Karena menurut Erna, penglihatan anaknya tidak lebih dari 20 persen lantaran glaukoma mengalami kerusakan. 

"Mata anak saya sampai sekarang belum sembuh, syarafnya udah gak bisa pulih. Terus penglihatannya gak bisa fokus, kabur kalau melihat, dan titik untuk melihat itu dia harus mencari mas," ujarnya.

Ia pun berharap pelaku, AG (10) dan orang tuanya mau untuk menanggung biaya pengobatan anaknya itu sampai sembuh total. Termasuk pihak sekolah yang seharusnya tidak membiarkan peristiwa ini terjadi. Sarep

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru