SURABAYAPAGI.com, Jombang - Musim panen serentak, harga gabah di tingkat petani di Dusun Gondekan, Desa Jabon, Kecamatan Jombang masih bertahan tinggi pada musim panen kemarau 2026. Tingginya harga gabah dipengaruhi oleh produksi pada musim kemarau yang lebih rendah dibandingkan musim penghujan.
Selain itu, luas panen yang lebih sempit membuat pasokan gabah berkurang, sementara permintaan pasar dan serapan gabah tetap tinggi. Dan diketahui, untuk harga Gabah Kering Panen (GKP) di Jombang kini berada di kisaran Rp 7.500 hingga Rp 7.800 per kilogram, atau jauh di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram.
“Sekitar 15 hari lalu masih Rp 7.500 per kilogram. Sekarang sudah Rp 7.800 per kilogram,” ujar Hari, salah satu petani setempat, Senin (27/07/2026).
Tingginya harga gabah tersebut juga dibenarkan Tawi, salah seorang tengkulak di Jombang. Ia mengaku membeli Gabah Kering Panen (GKP) dari petani seharga Rp 7.800 per kilogram. Sementara itu, harga Gabah Kering Giling (GKG) telah mencapai Rp 9.000 per kilogram.
“Harga beli ke petani Rp 7.800 per kilogram. Kalau GKG sudah Rp 9.000 per kilogram,” katanya.
Menurut Tawi, biaya sewa mesin combine harvester untuk lahan seluas 1.400 meter persegi mencapai Rp 300 ribu dengan hasil panen rata-rata sekitar satu ton gabah. Ia menambahkan, kualitas gabah yang dipanen musim ini tergolong baik karena tidak terserang hama wereng.
Saat ini, musim panen kemarau tengah berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Jombang. Sekitar 50 persen lahan persawahan telah memasuki masa panen, di antaranya berada di Kecamatan Jombang, Diwek, dan Jogoroto. Meski demikian, Dinas Pertanian setempat menegaskan jika harga gabah di Jombang masih berada di atas HPP yang ditetapkan pemerintah. jb-02/dsy
Editor : Redaksi