SURABAYAPAGI.COM, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, menggelar operasi pasar khusus beras di 25 kecamatan secara bergiliran dan terjadwal sebagai respons terhadap kenaikan harga beras di pasaran.
Pada Rabu (21/2), operasi pasar atau pasar murah kolaborasi Pemkab Banyuwangi dan Bulog tersebut digelar di dua lokasi, yakni kawasan Pasar Banyuwangi dan Pasar Sempu (Kecamatan Sempu).
Baca juga: Bupati Ipuk Optimis, Momen Ramadhan Dongkrak Perekonomian Rakyat Banyuwangi
"Ini merupakan inisiasi dan kolaborasi antara Bulog dan Pemkab, menghadapi naiknya harga beras di pasaran. Semoga membantu warga untuk bisa membeli beras dengan harga yang terjangkau," ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di sela meninjau pelaksanaan operasi pasar di Pasar Banyuwangi, Jawa Timur.
Ia menyebutkan, di Pasar Banyuwangi selain disiapkan 3,5 ton beras juga tersedia 400 kilogram gula pasir, 200 liter minyak goreng, dan 40 kilogram tepung terigu dengan harga lebih murah dari pasaran.
Dalam operasi pasar tersebut beras kualitas medium dijual seharga Rp51.000 kemasan 5 kilogram atau Rp10.200 per kilogram. Di pasaran saat ini, harga beras medium telah menyentuh angka Rp12.000 per kilogram.
Baca juga: Perkuat Status Green Card UNESCO, Pemkab Banyuwangi Siapkan Proses Revalidasi Geopark Ijen
Untuk mengantisipasi penimbunan beras dalam operasi pasar itu, kata Ipuk, tiap warga dibatasi membeli beras maksimal 2 kemasan atau 10 kilogram.
Selain beras, warga juga bisa membeli bahan pokok lain yang harganya lebih terjangkau dibanding harga di pasaran, seperti minyak goreng Rp14.000 per kilogram, gula pasir Rp15.000 per kilogram dan tepung terigu Rp10.000 per kilogram.
Baca juga: Bentuk Kepedulian Sesama, Gerakan ASN Banyuwangi Berbagi Salurkan Paket Sembako
Bupati Ipuk menyampaikan, kenaikan harga beras terjadi di seluruh Indonesia, dan salah satu penyebabnya adalah jadwal tanam padi yang mundur dampak El Nino.
"Luas tanam padi Banyuwangi berkurang di akhir tahun kemarin. Insya-Allah pada Maret minggu kedua beberapa petani sudah mulai panen. Mudah-mudahan sejalan dengan panennya petani, harga beras pun bisa ikut tertekan," kata Ipuk. Bn-01/ham
Editor : Moch Ilham