SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Tahun Ajaran Baru 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Kabupaten Banyuwangi, menerima siswa baru sebanyak sembilan rombel (rombongan belajar) masing-masing rombel untuk jenjang sekolah dasar dan SMP serta SMA. Dan nantinya, siswa tidak hanya belajar ilmu pengetahuan umum, akan tetapi juga berfokus pada pembentukan karakter dan pelatihan keterampilan mereka.
Dalam proses belajar mengajar nantinya, para siswa baru tersebut dijadwalkan segera menempati gedung baru di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, pada Agustus mendatang yang berdiri di atas lahan seluas 7 hektare, dan saat ini telah mencapai progres 88 persen dan ditargetkan rampung pada 30 Juli mendatang.
"Selama ini siswa Sekolah Rakyat di Banyuwangi terbagi di dua lokasi yakni menempati Gedung Balai Diklat di Desa Licin dan Gedung BPVP di Muncar," ujar Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Kamis (16/07/2026).
Dengan adanya kehadiran gedung baru tersebut menjadi wujud komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memberikan akses pendidikan gratis berasrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. "Bapak Presiden ingin memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan, dengan ilmu dan keterampilan yang didapat, para siswa diharapkan dapat mengangkat derajat ekonomi keluarga mereka," ujarnya.
Wabup Mujiono mengaku bersyukur, anak-anak dari Sekolah Rakyat saat ini sudah lebih percaya diri, lebih semangat dan optimistis untuk meraih cita-citanya, dan bahkan beberapa sudah ada yang lulus. Dan diketahui, untuk saat ini SRT 1 Banyuwangi memiliki sembilan rombongan belajar (rombel), SRT 46 Muncar terdiri atas empat rombel SD dan SMA, sementara SRT di Licin terdiri dari lima rombel jenjang SD, SMP, dan SMA dan akan dijadwalkan mulai menempati kompleks sekolah baru tersebut setelah pembangunan rampung dan sarana pendukung dinyatakan siap digunakan. by-01/dsy
Editor : Redaksi