Wali Kota Eri akan Sulap 1.100 Aset Tidur Jadi Wisata

surabayapagi.com
Wali kota Surabaya Eri Cahyadi. SP/SURA

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya akan mengupayakan untuk mensertifikasi sekitar 1.100 aset idle atau aset tidur di sisa tahun 2024 ini. Aset-aset tersebut rencananya akan dialihfungsikan sebagai destinasi wisata baru ataupun tempat yang akan menunjang perekonomian masyarakat Kota Surabaya.

Wali kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, ribuan aset yang masih tertidur itu sedang diupayakan sertifikat. Seperti, kolam renang dan bozem di wilayah Jambangan dan lahan kosong di wilayah Nambangan, Made, dan Sememi, yang akan diproyeksikan sebagai tempat wisata rakyat.

Baca juga: Momentum HJKS Jadi Magnet Wisata, Ribuan Warga Antusias Serbu Festival Rujak Uleg 2026

"Jadi akan kita tata lagi, banyak sekali. Karena ini semua adalah aset pemerintah yang selama ini tidak terpakai, dan itu akan kita manfaatkan kembali untuk kepentingan masyarakat,” ujar Eri, Selasa 4 Juni 2024.

Mantan Kepala Bappeko Surabaya ini optimistis saat ribuan aset milik Pemkot Surabaya dapat diberdayagunakan, maka hal itu dapat berdampak positif bagi roda perekonomian masyarakat Kota Pahlawan.

Baca juga: Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

"Kalau aset-aset yang tidur itu sudah menjadi sarana wisata banyak masyarakat yang bekerja sebagai pelaku UMKM bisa banyak yang berjualan di sana. Jadi menggerakkan lagi ekonominya,” ujar Eri.

Sementara, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya Wiwiek Widayati mengatakan, 1.100 aset tidur milik Pemkot Surabaya itu sudah memasuki proses pengecekan administrasi hingga yuridisnya.

Baca juga: Pantau Destinasi Wisata, Pemkab Banyuwangi Terjunkan Tim Siaga Nataru

“Proses sertifikasi ribuan aset yang kita usahakan itu harus clean and clear. Kita masih dalam proses tahap awal, kita lihat apakah secara administrasi, yuridis, dan dokumennya itu clear, baru kita lakukan proses selanjutnya,” pungkasnya.sb/ana

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru