SURABAYAPAGI.com, Tuban - Seluas puluhan hektare tanaman jagung yang siap panen hancur digerogoti kawanan pengerat hama tikus liar yang meneror lahan pertanian warga di Desa Sawir, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban hingga membuat resah ancaman gagal panen total.
Meski para petani telah berupaya melakukan penjagaan ekstra hingga pengusiran manual, serangan masif tak kunjung mereda. Salah seorang petani terdampak, Widodo, mengungkapkan bahwa tanaman jagung miliknya yang telah berusia 2,5 bulan ludes hanya dalam semalam.
Kondisi ini kian memprihatinkan lantaran sebagian besar modal tanam didapat dari pinjaman perbankan. Pasalnya, tanaman jagung yang rata-rata sudah memasuki fase pembentukan tongkol menjadi sasaran empuk serangan hama setiap malamnya.
“Kami sudah kemit (berjaga) tiap malam, tapi tikus tetap saja menyerang. Modal tanam sebagian besar dari utang bank. Kalau gagal panen seperti ini, kami bingung bagaimana cara mengembalikannya,” ujar Widodo, Rabu (05/08/2026).
Oleh karenanya, para petani sangat mendesak adanya penanganan terpadu dari dinas terkait, mengingat kapasitas penanganan secara mandiri sudah tak mampu membendung luasnya wilayah terdampak. Para petani di Desa Sawir berharap realisasi bantuan racun dan pendampingan lapangan dapat disalurkan secepatnya. Sebab, makin lama penanganan tertunda, makin besar pula kehancuran lahan yang harus ditanggung para petani.
Menanggapi jeritan warga, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban, Eko Julianto, memastikan pihaknya telah merespons laporan tersebut dan tengah melangkah sesuai prosedur operasional standar (SOP). “Sedang kami proses sesuai SOP. Pemkab akan memfasilitasi bantuan obat-obatan pembasmi tikus berdasarkan rekomendasi dari petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT),” jelas Eko. tb-01/dsy
Editor : Redaksi